
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan. Di dalamnya terdapat peran banyak pihak, termasuk badan usaha yang memastikan pekerja dan keluarganya memperoleh perlindungan kesehatan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gathering dan Awarding Badan Usaha yang diselenggarakan BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Rabu (23/9). Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada sejumlah badan usaha yang menunjukkan komitmen dan kepatuhan dalam mendukung Program JKN, baik melalui pembayaran iuran maupun berbagai bentuk kontribusi lainnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan bahwa Program JKN merupakan program strategis pemerintah yang membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau kita bicara bagaimana JKN berhasil, maka bukan hanya BPJS Kesehatan yang berperan di situ. Tapi perlu kolaborasi, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk badan usaha,” jelasnya.
Menurut Tutus, Program JKN dibangun dengan semangat gotong royong. Iuran yang dihimpun secara nasional dikelola untuk memberikan manfaat kepada peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, setiap bentuk kepatuhan dan kontribusi yang diberikan badan usaha memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan program.
Apresiasi yang diberikan BPJS Kesehatan Cabang Kediri tidak hanya ditujukan kepada badan usaha dengan kepatuhan pembayaran iuran, tetapi juga kepada badan usaha yang mengambil bagian dalam berbagai bentuk dukungan terhadap Program JKN.
Untuk kategori Badan Usaha dengan Jumlah Premi Terbesar dan Patuh dalam Pembayaran Iuran Tahun 2026, penghargaan diberikan kepada PT Gudang Garam, RS Bhayangkara Kediri, PT Bhakti Insan Abada Cabang Kediri, PT Keong Nusantara Abadi Cabang Mojoayu, PT Sukses Abadi Indonesia, PT Capglobal Industry International 3, PT Rejoso Manis Indo, PT Wijaya Cahaya Timbler, RSU Aminah, dan PT Bhakti Insan Kamil.
Sementara itu, Laboratorium Klinik Brata Medika Pare mendapatkan penghargaan sebagai Badan Usaha Pertama di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri yang Mengimplementasikan Skema Sharing Iuran Program JKN.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Yayasan Pendidikan Anak Sehat atas Pendaftaran Program JKN bagi Relawan Dapur serta kepada sejumlah badan usaha atas kontribusi peserta terbanyak dalam Program Donasi JKN, yaitu Laboratorium Cahaya Medika, PT Ultra Meduca Sejahtera, PT Prodia Widyahusada Tbk Blitar, PT Prodia Widyahusada Tbk Cabang Kediri, dan Laboratorium Klinik Sima Kediri.

Berbagai bentuk kontribusi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap JKN dapat diwujudkan melalui banyak cara. Mulai dari memastikan pekerja terdaftar dan iuran dibayarkan secara rutin dan tepat waktu, hingga mengambil bagian dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Tutus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh badan usaha yang selama ini telah menunjukkan kepatuhan dan komitmennya.
“Dengan menjaga semangat gotong royong ini, mari bersama kita kawal keberlangsungan Program JKN. Melalui apresiasi ini, diharapkan dapat menjadi motivasi badan usaha lainnya dalam memperkuat budaya kepatuhan,” terangnya.
Semangat gotong royong tersebut juga dapat diperluas melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan.
Badan usaha dapat mengambil peran dengan mengalokasikan sebagian program CSR untuk membantu pembayaran iuran JKN bagi masyarakat sekitar yang belum memiliki perlindungan JKN, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Langkah tersebut dapat menjadi bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga turut berkontribusi dalam memastikan masyarakat di lingkungan sekitar memperoleh akses terhadap perlindungan kesehatan.

Bagi perusahaan, dukungan tersebut juga dapat menjadi bagian dari kontribusi sosial yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Human Resource Development (HRD) PT Sukses Abadi Indonesia, Bagus Hilmi Darmawan (26), mengatakan bahwa perusahaan berupaya memastikan pekerjanya mendapatkan perlindungan melalui Program JKN.
“Untuk komitmen PT SAI yang pertama dari segi regulasi internal perusahaan kita jika ada pekerja yang baru masuk, langsung kami daftarkan menjadi peserta JKN. Kedua, kami sering sosialisasi ke karyawan internal kami untuk program JKN ini, seperti menambahkan anggota keluarga dan membantu pemindahan faskesnya,” tuturnya.
Menurut Hilmi, kepesertaan JKN tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kewajiban perusahaan. Perlindungan kesehatan juga memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.
“Kami berharap seluruh badan usaha lainnya dapat turut berkomitmen mendukung Program JKN. Sebagai bagian dari ekosistem industri yang terus berkembang sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menerapkan prinsip gotong royong. Karena bagi perusahaan, pekerja merupakan salah satu aset penting yang perlu dilindungi,” tutup Hilmi.
Melalui kegiatan Gathering dan Awarding ini, BPJS Kesehatan Cabang Kediri mengajak semakin banyak badan usaha untuk melihat dukungan terhadap JKN bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi badan usaha, gotong royong dapat dimulai dari memastikan seluruh pekerja terlindungi. Namun kontribusi tersebut dapat diperluas dengan ikut membantu masyarakat di sekitar perusahaan yang belum memiliki perlindungan JKN melalui program CSR. Sebab, masih ada masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh perlindungan kesehatan. Ketika dunia usaha, pemerintah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat bergerak bersama, semakin banyak masyarakat yang dapat terlindungi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Mari bersama menjadikan CSR bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai bagian dari gotong royong untuk memperluas perlindungan JKN. Karena satu perusahaan yang peduli dapat membantu membuka akses perlindungan bagi lebih banyak keluarga di sekitarnya. (bp/tr/red)



