LAMPUNG

Muhammad Umar Ayub Butuh Uluran Tangan Dermawan

WAY KANAN, LAMPUNG, BN-Muhammad Umar Ayub, balita usia dua tahun yang diduga menderita Hidropalius, yang merupakan anak dari pasangan Nurullatifah dengan Muhammad warga Kampung Tanjung Rejo Rk/Rt 04/03 Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan butuh uluran tangan Dermawan, Kamis (24/09/2020).

Sesuai informasi yang didapat dari warga setempat, Diketahui Muhammad Umar Ayub tinggal bersama kakek dan neneknya dikampung Tanjung Rejo Rk/Rt 04/03 Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan.

Balita usia dua tahun ini diduga mengindap penyakit Hidropalius, yang mana terlihat dari kepalanya yang berukuran besar yang sangat berbeda dari selayaknya anak normal biasanya.

Ditemui wartawan Bidiknasional.com dikediamannya, Nurullatifah selaku ibu Kandung dari Muhammad Umar Ayub menjelaskan, “anak saya ini mas emang dari lahir kepalanya sudah besar seperti ini, ini sudah agak mending mas melihatnya, sebelumnya kepala anak saya ini lembut benar, ginyur-ginyur kalau kata orang jawa,. dan kulitnyapun terlihat sangat mengkilat,” terang Nurullatifah.

“Padahal ketika saya sedang hamil menjelang kelahiran anak saya, saya sampai tujuh (7) kali USG, pihak Rumah Sakit pun mengatakan bayi saya normal. Eh ternyata waktu lahiran kenyataan berpihak lain, ya seperti ini mas,” lanjut Nurullatifah.

“Sehabis melahirkan beberapa hari saya tidak diperbolehkan oleh Dokter melihat anak saya. Dan tiba saatnya saya diperbolehkan melihat anak saya, saya sangat terpukul dan sedih sekali melihat keadaan anak saya. Atas kejadian ini saya tetap bersyukur dan semangat, mungkin ini suatu cobaan buat kami sekeluarga. saya akan lakukan apa aja demi kesembuhan anak saya,” terang Nurullatifah.

“Saat ini saya merantau mas di Jakarta jadi beby sister demi memenuhi kebutuhan anak saya. Ini lagi dapat cuti seminggu dari majikan, jadi saya sempatkan untuk pulang Kampung untuk melepas kangen sama anak, karena Muhammad Umar Ayub saya titipkan dengan orang tua saya. Bapaknya Lo pamit katanya merantau cari duit buat anaknya, Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kabar, boro-boro mau kirim uang buat anaknya,” ungkap Nurul dengan wajah kecewa.

“Saya sangat berharap kepada Pemerintah, baik dari Pusat, Provinsi, Kabupaten sampai Kampung dan para Dermawan untuk membantu meringankan beban yang sedang kami alami, karena kami hanyalah warga yang kurang mampu yang kerjanya pun serabutan,” pungakas Nurullatifah.

Hal senada juga disampaikan oleh Mat Sukri, Kakek dari Muhammad Umar Ayub, “saya juga sangat berharap kepada pemerintah dan para dermawan agar ikhlas membantu untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh cucu saya, semoga bantuan yang anda berikan kepada kami, menjadi ladang ibadah untuk anda (amiin). Dan untuk bapaknya Muhammad Umar Ayub segera disadarkan, kembalilah karena anaknya butuh perhatian juga dari seorang bapak,” pintanya dengan penuh harapan. (Arye)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button