JABAR

Warga Anggasari Marah, Tutup Kantor Desa dan Segel Ruang Kades

SUBANG, JABAR, BN – Puluhan warga Desa Anggasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang Provinsi Jawa barat mendatangi kantor desa dan menyegel ruang kades dengan cara di paku dengan mengunakan batang kayu posisi silang, Selasa (18/5).

Hal ini dilakukan warga sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap Sukendi Kepala Desa Anggasari.

Warga dalam melakukan aksi juga memasang spanduk dan berorasi yang bertuliskan menuntut mundur kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Warga menuntut kepala desa Anggasari untuk mundur dengan tunduhan yaitu mobil desa sebanyak 2 unit di duga tidak memiliki surat-surat kendaraan atau bodong, adanya dugaan pungli (pungutan liar ) sidang Isbat sebesar Rp 200 ribu /pasangan, dana PPKM Rp. 75,535,000. (tujuh puluh lima juta lima ratus tiga puluh lima ribu) tidak di terapkan.

Tidak itu saja Bantuan Langsung Tunai (BLT ) Covid 19 dari dana desa sebanyak 105 tidak di realisasikan kepada KPM/WPM (Warga Penerima Manfaat), Perbaikan Kalen (saluran air) Asem pasca banjir sebesar Rp 32 Juta juga tidak di realisasikan, pengerasan jalan Langen Sari Rp 53 juta belum di realisasikan dan dana KUBE (Koperasi Usaha Bersama ) untuk 8 kelompok hanya di realisasikan Rp.18.500.000 yang seharusnya /kelompoknya mendapatkan Rp.11.500.000.diduga sisanya di gelapkan.

Berkaitan aksi warga, wartawan Bidik Nasional (BN) menghubungi Kapolsek Pamanukan Kompol H. Undang Sudrajat SH dan mengatakan membenarkan adanya aksi warga yang telah mendatangi Kantor Desa Anggasari serta menutup ruang kepala desa.

“Ini bukan aksi demo melainkan aksi warga yang marah terhadap Kepala Desa Anggasari dan aksi ini kedua kalinya di lakukan oleh warga desa Anggasari. Kalau ini aksi demo tiga hari sebelumnya ada surat tembusan ke Polsek dan tembusan ke polres,” pungkasnya. (M. Tohir)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button