SIDAK KOMISI 1 DPRD NGAWI TEMUKAN 2 PEMBANGUNAN GEDUNG KURANG MAKSIMAL


NGAWI, JATIM, BN – Sudah banyak program pembangunan yang telah terlaksana di awal tahun ini. Setelah semua selesai, DPRD Kabupaten Ngawi tidak mau kecolongan dengan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kurang maksimalnya pengerjaan proyek. Proyek yang dikerjakan asal-asalan tentu saja harus dihindari karena akan membawa rentetan dampak negatif dibelakangnya.
Merealisasikan pengecekan, DPRD Kabupaten Ngawi lakukan sidak terhadap 2 hasil pembangunan kantor Kelurahan Karangtengah dan juga Margomulyo.
Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Ngawi Mahmudzi pada Minggu (5/2) tim pengecekan kali ini benar-benar meneliti detail demi detail.
Tim yang terdiri dari Siswanto, Sugita dan Dimas Alifnoor sukses temukan beberapa catatan penting terhadap pengerjaan 2 pembangunan penting ini yang pada intinya hasil akhir bangunan masih kurang memuaskan.
Anggaran yang sangat besar ternyata masih belum dapat menghadirkan pembangunan yang maksimal.
CV. Wahyu Abadi dan juga CV. Agung Perkasa dengan gelontoran dana dari pemerintah sebesar hampir Rp 2 miliyar, sukses menerima banyak catatan dari tim penyidak dari DPRD Komisi 1.
Salah satu yang lumayan pedas datang dari Siswanto yang mengatakan bahwa profesionalitas terhadap penggarapan proyek masih kurang dan bisa dipastikan hal ini berbanding lurus dengan masih rendahnya pengawasan dari tim-tim terkait yang diberi tugas mengawasi pengerjaan proyek.
Tak terima dengan pernyataan tersebut Joko Sasmito sebagai PPTK sekaligus ketua kelurahan Karangtengah memberikan tanggapannya.
”Bicara mengenai pengawasan pengerjaan, kami sudah laksanakan dengan benar. Kami selalu mengingatkan apabila ada pengerjaan yang masih kurang tepat. Kemudian dalam hal material kami tegas menegur apabila ada yang kurang cocok, “ungkapnya saat diwawancarai oleh Bidik Nasional.
Tiap proyek pembangunan sudah seharusnya dilaksanakan dengan sebaik mungkin apalagi jika ini berkaitan dengan gedung-gedung penting yang nantinya akan digunakan di kelurahan.
Semua kegiatan yang berhubungan langsung dengan anggaran dan perencanaan ada disana dan jika terjadi sesuatu yang buruk misalnya roboh, pasti masyarakat lagi yang terkena dampak terbesarnya.
Pelayanan maksimal terhadap kegiatan administrasi masyarakat terhambat berpengaruh besar terhadap kemajuan kelurahan secara keseluruhan. (Dik)



