NTT

Pelantikan PC IMM Kabupaten Sikka

MAUMERE, NTT, BN – Pelantikan pimpinan baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sikka berlangsung di Aula Utama STIKP Muhammadiyah Maumere, Sabtu (16/2/19).

IMM sebagai pelopor pelangsung dan penyempurna amal gerakan Muhammadiyah, setidaknya senantiasa bergerak dinamis juga melanjutkan roda gerakan organisasi untuk menjalankan amanah dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Pelantikan dengan mengambil tema
“Komitmen IMM dalam Membangun Masyarakat Akademisi yang Kompetitif Menuju Revolusi Industri 4.0 “

PC IMM Kabupaten Sikka memiliki andil yang sangat besar dalam menyiapkan generasi dan membangun generasi melalui dakwahnya di tengah-tengah masyarakat, baik dalam bidang pemberdayaan sosial, keislaman dan keilmuwan.

Ketua umum terpilih IMM Awati Nur Fadilah dalam sambutannya menyampaikan, Dewasa ini banyak sekali problematika yang terjadi di negeri ini, baik itu masalah kebangsaan dan juga keumatan yang tak berkesudahan. Dengan melihat kondisi ini diharapkan Generasi muda terkhusus IMM harus memiliki paling tidak 3 kompetensi, 1.Kompetensi Ihsan,
Mahasiswa didaulahkan menjadi generasi penerus dan pengganti, tentu harus cakap dalam berbuat kebaikan tidak harus diketahui orang. Itulah berkarya dengan kompetensi ihsan. 2. Kompetensi Profesional, Sebagai kaum terpelajar, kader IMM dituntut untuk berfikir dan bekerja secara tuntas sesuai tugas dan tanggung jawabnya.3. Kompetensi Kreatifitas, Pada kompetensi ini, kita semua generasi milenial mendapatkan peluang dan tantangan sebagai anak bangsa untuk berkompetensi sesuai kemampuan dan keahlian kita masing- masing. Sangat disayangkan bila kesempatan ini dibiarkan begitu saja sedangkan kita diberi kemampuan masing- masing.

“Kini kita telah memasuki suasana revolusi industri 4.0. Sistem kerja dari agraria ke industri. Bila kita tidak memiliki skill yang mumpuni akan kalah dalam persaingan itu. Pekerjaan banyak diambil alih mesin, sehingga banyak sekali yang terjadi di negara ini adalah banyak pemuda yang berijazah dan tak bekerja lalu kita lupa arti makna sebuah pena” ujar Awati Nur Fadilah.

Dalam suasana kebangsaan hari ini, kita diperhadapkan dengan suasana Pemilu 2019. Harapan saya, kader IMM harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketentraman dan ketertiban selama tahun politik 2019 mendatang, pungkasnya.

Ketua Umum DPD IMM NTT, Fathur Dopong, S.Pd juga menyampaikan dalam sambutannya. “IMM harus menjadi garda terdepan dalam menjalankan Ciri gerakan Muhammadiyah yaitu Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Muhammadiyah adalah Gerakan Amar ma’ruf nahi mungkar dan Muhammadiyah adalah gerakan Tajdid, sebab kader IMM adalah pelanjut tongkat Muhammadiyah” ujar Fathur Dopong, S.Pd.

Selain itu saya berharap Pimpinan cabang hari ini diarahkan untuk bergerak secara progresif dan responsif dibidang dakwah. Saya menyambut baik terhadap pergerakan IMM yang ada di Kabupaten Sikka yang hari ini telah memiliki kerja nyata, hal itu jelas membuktikan bahwa IMM tidak hanya pandai dalam melakukan diskusi, namun IMM juga jelas pergerakannya. Dengan terselenggaranya pelantikan ini akan menunjukkan eksistensi IMM tentunya setelah dilantik amanah dan tanggung jawab yang akan diemban sangatlah besar, untuk itu PC IMM Kabupaten Sikka harus mebutuhkan kekompakkan,visi dan misi yang jelas sehingga IMM Kabupaten Sikka akan lebih jaya, pungkasnya.

Selain itu pelantikan ini turut hadir dan memberi sambutan juga Rektor
( ayahanda H. Rodja Abdul Natsirdan) Wakil Rektor STKIP, Ketua KPU Kabupaten Sikka, Ketua PDM Kabupaten Sikka (ayahanda Ikhsan Wahab), Sesepu Muhammadiyah Sikka, ORTOM Sikka, OKP, dan juga KODIM 1603. (fathur/jati)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button