JABAR

Wali Kota Depok Tinjau Jembatan Mampang Ambles

Wali Kota didampingi Kadis PUPR Kota Depok Jumat (28/6) Tinjau Jembatan Mampang, Pancoranmas, Depok yang Ambles

DEPOK, JABAR, BN – Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad di dampingi Kepala Dinas PUPR Kota Depok Dadan Rustandi Jum’at (28/6) pagi tinjau jembatan kali Mampang Depan Mesjid Jami Al-istiqomah, Pancoranmas yang Ambles pada Kamis (27/6) malam.

Wali kota langsung menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera mendatangkan Satgas Banjir untuk melakukan observasi pengamanan fisik bangunan untuk sementara waktu sebelum Tim PUPR pusat turun ke lokasi karena Jl Raya Simpang Sengon sampai Simpang Bojongsari adalah otoritas kewenangan pemerintah pusat c.q Kementerian PUPR.

Wali kota mengusulkan agar jembatan ambles ditutup pelat besi sebagai penanganan sementara untuk mencegah tidak timbul korban.

Dia juga mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk melakukan penanganan secara permanen yaitu dengan membuat jembatan baru atau menggunakan box culvert dengan tidak mengurangi penampang basah.

Menurutnya, pihak pusat Jum’at siang ini akan mendatangkan tim perencana untuk addendum pekerjaan guna menangani amblesnya jembatan tersebut.

“Jika dilakukan pekerjaan sementara dengan menggunakan pelat besi maka diperkirakan rampung dalam satu minggu, pekerjaan permanen dengan box diperkirakan rampung dalam 2-3 minggu. Sedangkan pembangunan jembatan baru dari beton baru dapat selesai 2-3 bulan,” tuturnya.

Diketahui jembatan yang ambles di duga karena usia jembatan yang sudah tua. Kejadian ketika sholat Isya, Kamis (27/6) sekitar pukul 19. 00 Wib.

“Saat ada truk tanki lewat, tiba-tiba ada suara kencang seperti tabrakan ternyata jembatan ambrol,” kata salah seorang saksi, Temi kepada Wartawan di lokasi kejadian, Jumat (28/6) malam.

Pantauan BN di sisi jembatan yang ambles berukuran panjang sekitar dua meter dan lebar sekitar satu meter dengan kedalaman satu meter.

Temi mengatakan tak ada kendaraan yang terjeblos ke jembatan yang ambles maupun korban jiwa.

“Setelah ambrol, tadi warga tutup ambrol jembatan pakai kayu dan bambu,” ujarnya.

Temi menyebut jembatan yang ambrol memang sebelumnya sudah berlubang dengan diameter sekitar satu jengkal. Menurutnya, lubang tersebut sempat ditambal menggunakan aspal.

“Jembatan memang sudah keropos dan berlubang. Besi tiangnya itu juga kan sudah patah. Saya duga memang sudah bakal ambruk karena banyak yang lewat truk-truk berat,” ujarnya.

Adapun menurut Temi, kondisi jembatan yang rawan ambrol telah diinformasikan pihak terkait oleh warga setempat. Namun, informasi tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, jembatan yang menghubungkan persimpangan Kali Mampang itu memang sudah berusia tua. Ia juga menyebut Jembatan Kali Mampang sudah menunjukkan gejala kerusakan seperti berlubang.

“Perbaikan jembatan memang sudah direncanakan. Tapi karena ini jalan nasional, kami berkoordinasi dengan pihak pemerintah pusat. Karena ini kewenangan pusat, semoga bisa cepat diperbaiki,” kata Dadan kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Jumat dini hari.

Ia menyebut telah menurunkan tim Satuan Petugas DPUPR untuk membersihkan puing badan jalan atau aspal yang ambrol ke badan Kali Mampang. Di sekitar lokasi kejadian juga telah dipasangi papan penanda longsor dan garis polisi.

Sementara, pihak Kementerian PUPR sudah datang ke lokasi melakukan peninjauan untuk tindak lanjut pelaksanaan.

“Mudah-mudahan dari pusat segera memperbaiki karena ini jalan vital Kota Depok. Jalan ini notabenenya ini selalu macet pagi dan sore,” pungkasnya. (A.Harahap)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button