Kadis Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh, Buka Seminar Budaya Saman 2019


BANDA ACEH, ACEH, BN-Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaludin SE resmi membuka seminar Budaya Saman 2019 di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Senin (23/9/2019).
Dalam pembukaan ini turut di hadiri Paduka yang mulia Wali Nanggro Aceh, Tengku Malik Mahmud Alhari, Staf Ahli Bidang Inovasi Dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan kebudayaan R I, Ir Ananto Kusuma Seta PHD, Rektor ISBI, Dr Mirza Ibrahim Hasan, Pimpinan SKPA terkait dan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Aceh dan jajarannya serta Akademis, Seniman, Pegiat budaya.
Dalam kata sambutanya Jamaludin mengatakan dari sekian banyak tari di Indonesia, Tari Saman merupakan salah yang sangat populer karena gerakan yang sangat cepat, Indah dengan kesulitan yang tinggi.
Menurutnya, awalnya tarian ini merupakan tarian rakyat biasa yang di tampilkan dalam acara budaya. Namun dengan daya tarik yang tinggi, Tari Saman terus berkembang dan banyak dipelajari seniman di dalam dan luar negeri. Tak heran jika tarian Saman menjadi icon Indonesia dalam berbagai festival Internasionl.

Tari ini dimainkan kan dengan kompak dan dinamis dan harmonis di pandu dengan gerak badan dan tangan dengan cepat, bunyi bunyian Yang ada pada tari ini, dihasilkan dari tepuk tangan, tepukan dada dan petikan jari. Boleh dikatakan, tidak ada tarian di dunia ini yang menyerupai Tari Saman.
Pada tahun 2011, UNESCO memberi pengakuan terhadap Tari Saman sebagai budaya asli warisan dari Tanah Gayo, pengakuan ini sangat istimewa karena UNESCO merupakan lembaga PBB yang dikenal sangat hati-hati memberi pengakuan terhadap cagar budaya.
Sejauh ini baru enam budaya Indonesia dapat pengakuan dari UNESCO yaitu Wayang, Keris, Kain Batik, Anglung, Subak Bali dan Tari Saman.
“Sebagai putra Aceh kita bangga mendapat atas pengakuan Ini. Pandangan ini tentu akan menjadi Prolog yang sangat tepat untuk kita membahas lebih lanjut Budaya Saman,” pungkasnya. (dir/liris)

