Jajaran Satlantas Polres Klaten Siap Tindak Tegas Pelanggar Lalu Lintas


KLATEN, JATENG, BN-Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu belakangan ini mendapar perhatian serius dari jajaran kepolisian. Berbagai cara dilakukan demi menekan angka kecelakaan saat berkendara di jalan raya. Salah satunya ditunjukkan dengan menggelar Operasi Zebra Candi 2019. Di jajaran Polres Klaten, kegiatan Operasi Zebra Candi 2019 diawali dengan kegiatan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Rabu (23/10) pagi.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan dan tanggungjawab jajaran kepolisian untuk mewujudkan keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Jateng.
“Apel ini menjadi checking terakhir untuk melihat persiapan dan kesiapan personel yang akan melaksanakan Operasi Zebra Candi 2019 termasuk kesiapan sarana dan prasarana pendukungnya,” katanya.
Menurut Kapolda Jateng, kelancaran lalu lintas sangat berpengaruh terhadap kelancaran perekonomian yang dapat menunjang pembangunan nasional. Ia menambahkan, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, selama bulan Januari sampai September tahun 2019 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 19.262 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai 3.167 jiwa sedangkan jumlah pelanggaran tercatat ada 1.507.023 pelanggaran.
“Kita akan melaksanakan operasi kewilayahan Zebra Candi 2019 secara serentak selama 14 hari terhitung mulai tanggal 23 Oktober sampai 5 November 2019. Sasarannya adalah segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata sebelum dan pada saat operasi candi,” kata Kapolda Jateng.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rachman mengatakan, sasaran target operasi adalah pelanggaran-pelanggaran yang memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti pengendara yang melawan arus, pengendara yang menerobos lampu lalu lintas, pengendara dibawah umur dam pengendara roda dua yang tidak memakai helm.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dan etika bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Kami harapkan masyarakat akan selalu memiliki sikap disiplin, tidak hanya saat razia saja. Pascaoperasi sikap disiplin itu harus tetap melekat dalam diri karena disiplin itu untuk kepentingan diri sendiri dan bukan untuk orang lain,” pungkasnya. (rkt)



