Seluruh Calon Kades di Sumenep Siap Wujudkan Pilkades Damai


SUMENEP, JATIM, BN-Seluruh calon Kepala Desa (Kades) yang akan bertarung dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep mengikuti Deklarasi Damai. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Korpri, Rabu (23/10) dihadiri tokoh masyarakat, calon kades, panitia kades, camat, Kapolres, Dandim, Kejaksaan, Kehakiman dan pejabat di Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas DPPD, H.M. Ramli mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah untuk menyamakan persepsi dan komitmen semua pihak untuk terciptanya suasana yang kondusif demi suksesnya pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, tahapan pertama terbentuklah panitia Piikades di 226 Desa. Tahap kedua, pencalonan dengan peserta calon kades sebanyak 787 orang. Sementara hasil penyaringan cakades yang sudah ditetapkan oleh panitia sebanyak 654 orang.
Sedangkan calon dari jenis laki-laki sebanyak 586 dan perempuan sebanyak 86 orang. Dari segi pendidikan masing-masing calon yang berijazah SMP ada 54, SMA ada 323, D2 ada 12, D3 sebanyak 11, S1 atau D4 ada 236, S2 ada 7 dan S3 ada 1 calon.
Dari faktor usia, umur 25 tahun 3 orang, umur 25 -30 ada 41 orang, 30-35 ada 60 orang ,35-40 ada 111 orang. Usia 40-45 ada 127 orang , 45-50 ada 154 orang.50-55 ada 107 orang , 55-60 ada 38 orang, 60-65 ada 10 orang dan usia 65 ada 3 orang.
Dan untuk mendekati tahapan pemilihan ada masa kampanye dengan masa tenang dan masa H Pemungutan pada tanggal 7 Nopember 2019 untuk 172 desa di daratan dan untuk kepulauan. Pada tanggal 14 Nopember 2019 terdapat 52 Desa yang sudah ditetapkan oleh Bupati Sumenep.
Bupati Sumenep K.H. Abuya Busyro Karim dalam sambutannya mengharapkan kepada semua pihak agar menjaga keamanan. Ingat doa para Nabi ketika jadi pemimpin yang dicari adalah keamanan negara, bukan uang maupun emas.
“Mari semua yang demokrasi dari tingkat kabupaten terus ke kecamatan-kecamatan menjaga keamanan. Bagaimana caranya biar aman, semua yang berkaitan harus kordinasi dengan berbagai pihak. Di desa itu ada tokoh agama, nyai, masyarakat, pemuda, dan tokoh muslimat, koordinasilah dengan baik,” katanya.
Menurutnya, siapapun yang menjadi panitia pilkades harus netral tidak ke kanan dan ke keri. Demokarasi dari masyarakat memilih calon sesuai dengan hati nuraninya. Mari kita lakukan pilkades secara bersama-sama. Satu tekad menjaga keamanan baik sebelum pemilihan atau sesudah pemilihan sehingga tercapainya masyarakat yang damai. Bagi calon kades yang kalah harus menerima karena itu merupakan takdir.
Sambutan Kapolres dan Kodim senada menekankan kepada situasi keamanan, kenetralan panitia pilkades jangan memihak ke kanan dan ke kiri. Untuk calon kades jangan mengedepankan ADD dan DD tetapi harus mengedepankan amanat untuk kesejahteraan warganya. Dan kami tidak menginginkan nantinya kalau sudah jadi kades menyalahgunakan DD sehingga larinya pada proses hukum. (yus)



