
PASAMAN, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Bailey di Muara Tais, Kecamatan Mapat Tunggul. Infrastruktur darurat tersebut ditargetkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat setelah sebelumnya akses utama warga terputus akibat bencana.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, turun langsung meninjau progres pembangunan jembatan di Sungai Lasi, Kamis (16/01/2026).
Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk jajaran Dinas PUPR, BPBD, dan pemerintah kecamatan setempat.
Kepala Dinas PUPR Pasaman, Choiruddin Batubara, menjelaskan bahwa Jembatan Bailey sepanjang 30 meter ini merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, dengan proses pemasangan melibatkan unsur TNI.
“Jembatan ini menjadi solusi sementara pengganti jembatan limpas yang hanyut diterjang arus deras. Fungsinya sangat vital karena menghubungkan masyarakat dengan pusat layanan dasar,” ujarnya.
Diketahui, jembatan sebelumnya rusak akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap. Dampaknya, aktivitas warga, termasuk akses ke layanan kesehatan, pendidikan, pasar, hingga pusat pemerintahan nagari sempat terganggu.
Saat ini, progres pembangunan disebut telah melampaui 50 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
Bupati Welly menegaskan, percepatan penyelesaian menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Ia juga mendorong dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, mengingat masih banyak wilayah di Pasaman yang membutuhkan infrastruktur jembatan.
“Kita tidak hanya butuh jembatan darurat seperti Bailey, tapi juga jembatan permanen dan jenis lainnya untuk mendukung akses ekonomi dan pelayanan publik,” tegasnya.
Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi cepat, sekaligus pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur dasar di daerah masih memerlukan perhatian serius dan berkelanjutan dari semua pihak. (Ref)



