Warga Keputih Keluhkan Air PDAM


SURABAYA, JATIM, BN-Adalah Suyanto (49) Warga Sempayung Keputih Sukolilo mengeluhkan pasokan air PDAM selama ini dirasa belum maksimal. Pada siang hari di wilayahnya, air tidak keluar. Ketika sore sampai malam hari air keluar namun debit air kurang memuaskan.
“Saya rasa sampai sekarang ini air PDAM bagi saya dan warga saya belum maksimal debitnya. Jika siang hari air tidak mengalir, nanti pas sore sekitar diatas pukul 19.00 Wib sampi dini hari, baru air mulai keluar tapi itupun tidak lancar debitnya,” ujar Suyanto salah satu Ketua RT diwilayah Sempayung Keputih Surabaya menyampaikan pendapatnya.
Lain halnya dengan salah satu pengurus ranting PDIP warga Keputih yang bernama Muhammad (48), Ia mengusulkan agar titik Master Meter atau pemasangan meter air PDAM Kota Surabaya yang telah diatur oleh Perwali khusus untuk area abu-abu di Surabaya ditambahkan di kampungnya.
“Saya meminta kepada Bapak Anas Karno agar Master Meter atau Meter Air dapat direalisasikan diwilayah kami, ” usul Muhammad pada acara Reses Wakil Ketua Komisi B.
Untuk diketahui sesi dialog/ tanya jawab oleh kedua penanya diatas sengaja di buka pada acara “Penjaringan Aspirasi Masyarakat ” Reses masa persidangan 1 tahun 2019 Anas Karno, SE.,SH Wakil Ketua komisi B (Bidang perekonomian dan keuangan), Fraksi PDIP yang dilaksanakan pada Saptu 16 November 2019, sore, bertempat di RM. Bebek Jos Gandos Jl. Raya Jemursari No 15 A, Surabaya.
Hadir dalam acara reses, Pengurus PAC, Pengurus Ranting, Pengurus Anak Ranting PDIP Kecamatan Tenggilis dan Kecamatan Sukolilo beserta undangan dan tokoh masyarakat.
Menanggapi usulan warga khususnya di Dapil 3 Surabaya, Anas Karno mengatakan akan segera mengecek kebenarannya atas keluhan warga tentang air PDAM tersebut.
“Jika memang warga mengeluhkan kinerja PDAM maka saya akan segera sidak ke wilayah Sempayung serta mendatangi kampung yang ada di Keputih Surabaya yang mana mereka adalah rakyat yang meminta layanan yang maksimal. Secepatnya saya akan mendatanginya mas,” tegas Anas Karno dengan nada serius.
“Itu jika memang benar apa yang disampaikan warga, artinya kinerja PDAM harus terus diawasi. Pokoknya secepatnya akan kami tindak lanjuti, ” imbuh Anas.
Data BPS Warga Miskin Tidak Akurat

Mantan advokat ini membeberkan beberapa pertanyaan warga pada gelaran reses kali ini. Salah satunya ada yang mengeluhkan perihal data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait warga miskin seperti Program Kelurga Harapan (PKH) , Kartu Indonesia P,intar (KIP) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan program yang bersinggungan dengan Dinas Sosial Surabaya.
Sebagai langkah awal sambung Anas, semua usulan maupun masukan dari masyarakat akan ia tampung. Berikutnya jika memang materi tersebut masuk dalam bidang di Komisi B, maka dia akan menerima pelaporan dan segera menindaklanjuti.
“Namun jika saran atau usulan warga ini masuk di komisi yang lain, maka kami akan berkomunikasi dengan komisi-komisi yang ada di DPRD kota Surabaya, ” jawabnya.
“Kami himbauan untuk seluruh masyarakat yang berada di wilayah Dapil 3, secepatnya agar masyarakat bersurat kepada dewan untuk selanjutnya dapat dilanjutkan menjadi acara hearing atau gelar pendapat di DPRD kota Surabaya, ” pungkasnya. (boody)


