Pelayanan Kader JKN Untuk BPJS Kesehatan Lebih Baik Lagi


SURABAYA, JATIM, BN-Mengawali aktifitas sebagai kader Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Suparmi warga Medayu utara gg 26 No 3 RW 04 RW 13,Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut Surabaya ini memulai setiap hari sekitar pukul sembilan pagi.Persiapan data yang sudah di agendakan sejak malam hari kembali di baca ulang.Target mendatangi atau berkunjung adalah rutinitas hariannya sebagai petugas Kader JKN BPJS Kesehatan Surabaya.
“Modal saya menjadi kader JKN adalah karena dulunya saya sudah terbiasa menolong orang-orang yang saya kenal.Terkait BPJS kesehatan, pelayanan kependudukan,kerja sosial, menjadi kader di kelurahan dan membantu warga saat keluarga mereka sakit di Rumah Sakit,” ucap Suparmi saat di tanya wartawan.
Suparmi menjelaskan sejak terjun langsung ke lapangan menjadi kader JKN ,lama-lama menjadi terbiasa menghadapi banyak orang.
“Bekerja sambil belajar, apa itu BPJS kesehatan,bagaimana cara menagih yang santun dan trick bagaimana menghadapi peserta BPJS yang menunggak, ” terangnya.
Selanjutnya ibu yang berusia 51 ini selalu mengevaluasi, memetakan daerah atau wilayah mana saja yang terdeteksi peserta agak susah ketika diingatkan untuk membayar iurannya yang menunggak.
“Tantangan buatnya masalah peserta yang satu dan beberapa yang lainnya hampir sama. Ketika di ingatkan membayar, mereka menjawab, belum ada uang. Ada juga yang bertanya untuk apa membayar, ada yang bilang saya sudah membayar kemarin tapi setelah dicek ternyata belum dan ada juga yang terang-terangan tidak mau membayar, ” imbuhnya.
Dengan sabar Suparmi menjelaskan satu persatu, orang perorang ketika sudah terjun di kampung.
“Harus dibayar tunggakannyanya bu, jika tidak di bayar nanti kartunya terblokir atau non aktif. Repotnya jika pas kartu dibutuhkan untuk berobat, tidak bisa digunakan,” ungkapnya.
Wilayah kerja Suparmi sebagai Kader JKN adalah Kecamatan Rungkut, membawahi Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Kalirungkut dan Kelurahan Rungkut Kidul.Jumlah tagihan sekitar 900 an orang.
“Pernah ketika saya sedang berkunjung ke salah satu rumah warga kala itu pagarnya tertutup, jadi saya permisi dari luar, eh,, gak tahunya yang menjawab suara anjing penjaga, pemilik rumah tersebut. Jadi keder juga kalau sudah seperti itu,” kata Suparmi sambil tersenyum.
“Pernah juga saya dianggap tukang minta-minta sumbangan, padahal ID card dan surat tugas sudah saya tunjukkan. Kadang sudah sampai didepan pagar rumah orangnya. Tapi setelah saya ketok-ketok pintunya mereka tetap saja tidak mau keluar, ” tambahnya sembari tertawa mengingat beberapa kejadian itu.
Seperti diketahui, Kewajiban menjadi peserta JKN-KIS telah diatur oleh negara.Sebagai kader JKN selain menagihkan iuran yang menunggak, Suparmi selalu bersosialisasi tentang pentingnya menjadi peserta JKN. Ia sering membantu pendaftaran peserta mandiri, pindah faskes, cara turun kelas dan naik kelas, serta mengedukasi masyarakat agar mendownload aplikasi mobile JKN.
“Ikhlas adalah modal utama melakukan pekerjaan ini, masalah memenuhi target atau tidak itu urusan belakangan. yang paling terpenting adalah saya ingin membantu agar kedepannya pelayanan kader JKN Untuk BPJS kesehatan menjadi lebih baik lagi, ” pungkasnya. (boody)


