NTT

Cegah Penyebaran Covid-19, Gerakan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sikka Bagi Masker Kain Gratis

MAUMERE, NTT, BN-Untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang telah merenggut nyawa manusia seantero dunia sehingga masyarakat diingatkan terus oleh Pemerintah untuk selalu waspada, jaga jarak dan pakai masker.

Terkait dengan penyebaran Covid-19,para dokter juga terpanggil karena peduli dengan sesamanya agar tidak terjangkit virus yang mematikan ini.

Kepedulian para dokter ini dibuktikan melalui Gerakan Ikatan Dokter Indonesia(IDI) Cabang Sikka dengan melakukan pembagian Masker gratis untuk warga Kabupaten Sikka.

Ketua Pelaksana Program Masker,dokter Frisky Ronald Rabu, (22/4/2020) diaula lantai 3 RSUD Maumere, mengatakan Gerakan ini sebagai suatu bentuk perwujudan kegiatan pengabdian sosial Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sikka. Gerakan masker untuk Sikka ini merupakan salah satu upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan Masyarakat Kabupaten Sikka bahwa betapa pentingnya penggunaan Masker sebagai salah satu benteng pertahanan penularan COVID-19.

“Gerakan kepedulian yang kita lakukan ini berupa distribusi masker kain untuk warga Kabupaten Sikka. Masker Kain yang didistribusi ini diperoleh dari Produksi Sendiri (Swa-Karya) dari 18 Penjahit Warga Sikka dimana dana bahan pra produksi dan upah penjahit diperoleh dari upaya penggalangan Dana (Donasi). Selain itu Donasi yang diberikan berupa Masker Kain juga akan didistribusikan melalui Gerakan IDI ini,” ujarnya.

Ronald menambahkan bahwa IDI cabang sikka melibatkan semua dokter anggota IDI Cabang Sikka untuk turut berperan dalam Edukasi Menyeluruh terkait upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19, yakni : Physical Distancing, Gunakan Masker, Cuci Tangan, Pola Hidup Sehat.

“Semoga melalui Gerakan yang diprakarsai IDI Cabang Sikka ini bisa meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Sikka untuk mencegah penularan COVID-19.Masker yang kita bagikan kepada warga sekira 60 ribu hingga 70 ribu masker kain sehingga bisa memberikan semangat agar masyarakat disiplin gunakan masker saat keluar dari rumah,” tandasnya.

Sementara, Ketua IDI Kabupaten Sikka,Dokter Mario B.Nara meminta kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sikka untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 walaupun Sikka masih dalam posisi zona hijau. Warga Sikka perlu waspada terhadap penyebaran Covid-19 ini karena lancarnya akses transportasi baik darat,laut dan udara sehingga memungkinkan virus corona cukup mudah masuk ke wilayah Kabupaten Sikka.

“Kita ini diapit oleh sejumlah daerah Zona Merah seperti Makasar,Bali dan NTB mau tidak mau kita harus waspada.Bersyukur karena sampai saat ini kita masih berada di zona hijau artinya kita masih aman.Namun karena kelancaran transportasi mau tidak mau suatu saat covid-19 pasti bisa masuk disini,” tuturnya.

Dokter Mario menjelaskan virus corona menular melalui droplet dan kontak mata,mulut dan hidung.Untuk menghindari droplet hanya dengan cara menjaga Jarak dan menggunakan masker.Untuk menjaga mata, hidung dan mulut agar tidak tertular hanya dengan cara yg mudah yakni mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

“Yang efektif kita lakukan yaitu dengan cara pencegahan,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi tersebut dokter Mario juga mengatakan IDI Kabupaten Sikka ikut mengambil peran melalui sebuah gerakan yg disebut dengan gerakan Masker untuk Sikka dimana IDI mengumpulkan dana donasi dari berbagai pribadi dan lembaga yg mau menyumbangkan dana untuk dijahitkan masker kain.

IDI Sikka jelas Mario, menggalang donasi dan dananya dipergunakan untuk membuat masker dengan melibatkan 18 penjahit yg ada di Kabupaten Sikka.

“Mereka diberikan modal dan bahan untuk menjahit masker dan di beli kembali dengan harga Rp. 2.500 perlembar,” ungkapnya.

Selain membagi masker kain,dokter-dokter yang tergabung dalam IDI Sikka juga akan memberikan edukasi terkait pencegahan virus corona.Edukasi ini dilakukan agar masyarakat bersama-sama bersatu melawan virus corona sehingga kasusnya tidak meningkat.

“Pembagian masker ini akan dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan kepada warga masyarakat di Kecamatan dan Desa,” ucapnya. (athy meaq).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button