Penerima Bansos di Subang Diduga Berasal Dari Data Masyarakat Miskin Tahun 2010 dan 2014


SUBANG, JABAR, BN-Seluruh desa kabupaten Subang Jawa barat merealisasikan bantuan dampak covid 19 melalui Bansos propinsi dan kabupaten.
Salah satunya di Desa Pamanukan Sebrang Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang Jawa barat. Telah meng alokasikan bantuan Miskin Baru (Misbar), propinsi dan rentan miskin serta sangat miskin.
“Alhamdulillah pembagian BLT dana desa sudah saya serahkan kepada warga dan tidak itu saja saya juga telah mengalokasikan bantuan dari propinsi,” kata Ade Kiming Kepala Desa Pemanukan Sebrang.
Ade Kiming membenarkan adanya data penerima bantuan Covid 19 ini langsung dari Bansos yang di ambil dari data tahun 2014.
“Saya hanya merealisasikan saja,” ungkapnya.
Tempat terpisah Mayo Kepala Desa Gempol Kecamatan Pusaka Negara Kabupaten Subang mengatakan data penerima dampak covid 19 ini dari Bansos sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan NON DTKS.
Tempat terpisah sumber bidiknasional.com yang mengaku sebagai warga Pamanukan mengatakan mengucapkan terimakasi kepada pemerintah telah memberikan bantuan.
“Saya bekerja sebagai tukang bangunan akibat dampak covid 19 ini, saya sekarang menjadi pengangguran, dengan adanya bantuan ini saya mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah dan semua yang terlibat dalam program covid 19 ini. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan bebannya serta pandemik covid 19 ini dapat di atasi sehingga saya bisa bekerja lagi di Ibu Kota Jakarta,” ucapnya.

Hasil investigasi bidiknasional.com dilapangan pembagian dampak covid 19 menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat pasalnya ada yang mampu dapat bantuan dan yang tidak mampu tidak bantuan.
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diduga di ambil dari tahun 2010 dan 2014 sehingga dengan perputaran ekonomi masyarakat ada yang meningkat dan yang meningkat menjadi turun ekonominya.
Masyarakat meminta kepada Dinas yang menangani terkait masalah ini untuk melakukan verifikasi dan validasi agar bantuan dampak covid 19 ini tepat sasaran dan tepat nilainya.
(M.tohir)



Kenapa skeluarga aya belum menerima bantuan pkh padahal saya adalah kuli pedagang air yg penghasilannya per h30 rb dan mempunyai anak sekolah di Aliah(SMA)
Saya belum pernah menjadi mendapat kan bantuan bnt/pk
Padahal saya sudah mengajukan Kk danktp ke Desa Pamanukan sebrang