Surabaya Menjadi Pasien Terbanyak yang Positif Covid-19


SURABAYA, JATIM, BN-Dari 38 kabupaten/kota, 37 diantaranya telah berstatus zona merah, termasuk Ngawi yang baru hari kamis (30/4) menjadi zona merah. Hanya tersisa satu kabupaten yang berstatus zona hijau yakni Sampang, ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jum’at malam (01/5).
“Kota Surabaya menjadi episentrum penularan Covid-19 di Jatim dengan jumlah pasien positif terbanyak, yaitu 496 dari 1031 kasus positif atau setara dengan 48,1 persen,” tambah dia.
Menurut Khofifah, terus meningkatnya kasus Covid-19 di Jatim akibat transmisi lokal atau antar warga, meskipun tanpa ada riwayat perjalanan ke luar daerah. Namun, perlu diketahui juga bahwa pengumuman hasil kasus positif hari ini adalah merupakan hasil dari pemeriksaan sampel 3-5 hari yang lalu, artinya kasus positif hari ini lebih tepat untuk menggambarkan 3-5 hari yang lalu.
Oleh karena itu, penambahan kasus ODP dan PDP dapat dipertimbangkan sebagai indikator pelaksanaan dalam PSBB, hal ini karena datanya bersifat real-time tanpa harus menunggu hasil laboratorium.
Hari ini penambahan kasus PDP di Surabaya 43 orang, dua hari sebelumnya PDP bertambah 66 orang. Sedangkan penambahan kasus ODP di Surabaya kemarin 53 sekarang tambah 102 orang.
Tren yang agak menggembirakan dapat dilihat pada Sidoarjo dan Gresik, kemarin tidak ada penambahan sama sekali kasus PDP dari Sidoarjo dan Gresik , padahal sehari sebelumnya PDP bertambah sebanyak 21 orang di Sidoarjo dan 4 orang di Gresik. Selain itu, ODP di Sidoarjo hari ini bertambah 10 orang padahal sehari yang lalu bertambah 12 orang. Sedangkan ODP di Gresik hari ini bertambah 7 orang, dan sehari sebelumnya bertambah 2.
Khofifah berharap masyarakat untuk patuh dan disiplin selama 14 hari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pihaknya meminta masyarakat untuk berkegiatan di rumah, dan mengurangi bahkan meniadakan kegiatan di luar rumah dalam upaya memangkas mata rantai penularan COVID-19.
“Manfaatkan PSBB ini untuk kebersamaan dengan keluarga. Jangan sampai karena alasan bosan di rumah akhirnya malah membawa virus ke rumah dan menularkannya kepada keluarga, saudara, tetangga, dan sebagainya,” terangnya.
“Saya yakin Jatim mampu melewati ini semua. Kuncinya satu, disiplin. Jangan sampai PSBB ini diperpanjang,” demikian Khofifah. (dji)



