PAM Daring Gunung Anyar Anas Karno Sorot Penanganan Covid19 dan Anggaran Bansos


SURABAYA, JATIM, BN-Sebagai fungsi controling dan budgeting Komisi B DPRD Kota Surabaya terus memantau data mengenai perkembangan korona virus yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan Bantuan Sosial kepada mereka warga terdampak. Masa reses DPRD Kota Surabaya dimulai 15 Juni 2020 – 20 Juni 2020 ke depan. Sesuai arahan pimpinan dewan dan rapat banmus pelaksanaan jaring aspirasi dilakukan dengan menghindari kerumunan massa.
Penting untuk diketahui, Optimalisasi memutus mata rantai penyebaran Corona Disease-2019 (Covid19) bersama Pemerintah kota Surabaya dan Bantuan Sosial (Bansos) menjadi usulan terbanyak dalam pelaksanaan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (PAM) saat menemui konstituennya melalui reses daring (online) kecamatan Gunung Anyar Surabaya oleh Anas Karno SE, SH Wakil Ketua Komisi B bidang perekonomian & keuangan DPRD Kota Surabaya, fraksi PDI Perjuangan Kota Surabaya bertempat di Jl. Rungkut Asri Tengah IV No. 2, Surabaya Jawa Timur.
“Melihat masih tingginya angka penyebaran covid di Surabaya, usulan pembangunan yang berupa permintaan sarana prasarana per wilayah, saya harap lebih mendukung peran pemerintah dalam memerangi pandemi yang belum usai,” tegas Anas Karno mengawali sambutannya dalam masa reses tahun sidang pertama masa persidangan III tahun anggaran 2020 secara daring (video conference) Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, (18/06), malam.
Namun kata Anas, jika ada usulan tentang pembangunan pavingisasi, selokan, gorong-gorong dan semacamnya masyarakat tetap dapat mengajukan usulan dengan cara membuat surat permohonan kepada Walikota beserta data-data kelengkapan pendukung.
“Monggo dibuat terlebih dahulu surat permohonannya. Ditujukan kepada Walikota Surabaya. Siapkan data pendukungnya termasuk tanda tangan RT, RW dan kelurahan. Jika semuanya sudah dilalui, saya minta ketua PAC wilayah diberikan datanya atau file data yang sudah masuk di tembuskan ke DPRD Kota Surabaya,” ujarnya.
Berbicara mengenai bantuan sosial sendiri kata Anas, jumlah penerima bantuan sosial dari data yang telah ia kantongi dan dilakukan pengawasan, hingga saat ini kriteria bansos Kementrian Sosial berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan, yakni Mei, Juni, Juli. Bantuan diberikan kepada 174.332 KK (Kartu Keluarga) berdasarkan data MBR dan data warga terdampak Covid-19.
“Sebanyak 235.477 KK adalah data MBR, sebanyak 61.145 KK sudah masuk ke DTKS dan sudah mendapatkan bantuan PKH serta sembako regular, dan selama ini sudah berjalan. Sisa 174.332 KK mendapat bantuan dari kementrian sosial tiga bulan berturut-turut,” terangnya.
Lebih lanjut Anas Karno menggaris bawahi, usulan reses daring kali ini (wilayah kecamatan Gunung Anyar) masih di dominasi permasalahan bantuan sosial, PPDB siswa sekolah (SD & SMP) serta dampak penutupan jalan kampung yang berimbas pada perekonomian masyarakat akibat dari pemberlakuan PSBB.
“Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid19.Tetap melakukan aktivitas di masa new normal dengan menjalankan prosedur ketat kesehatan anjuran pemerintah. Jangan lupa selalu menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, dan hindari kerumunan, ” tutupnya.

Dihubungi BN disela-sela acara, Harminto peserta video conference salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Rungkut Tengah menyampaikan, cara penyampaian usulan melalui rapat daring dimasa pandemi merupakan cara efektif dan praktis.
“Saya barusan saja menyampaikan beberapa keluhan warga saya ke Pak Anas. Meski lewat online saya rasa tetap tersampaikan mas,” ungkapnya.
Kartiko Setyo W Ketua Pengurus Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Gunung Anyar Surabaya menjelaskan hal yang sama.
“Dalam masa Pandemi Covid-19 Anggota DPRD dewan tetap menjalankan fungsinya untuk menyerap Aspirasi dari daerah pemilihannya. Walaupun di lakukan dengan daring namun tidak mengurangi antusias peserta,” jelas Kartiko.
Terbukti sambung Kartiko sekaligus moderator acara, kehadiran participant reses daring diikuti sebanyak 80 orang. Aspirasi di sampaikan beragam. Antara lain data BLT yang tidak sesuai bahkan ada yang sudah meninggal masih terdata, usulan Pembangunan gorong gorong, dampak Covid-19 banyak pengusaha kecil yang berkurang Penghasilannya dan bantuan ambulance bagi orang yang meninggal karena Covid-19.
“Saya berpendapat, sebagai Ketua PAC Gunung Anyar , model reses daring ini sangat bermanfaat untuk menyampaikan aspirasi warga dengan wakil rakyat yang mewakili warganya. Kita juga mendapatkan informasi tentang permasalahan Covid-19 & protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” ulasnya. (boody)



