JATIM

Komunitas Difabel : Respon Pemkot Surabaya Lamban Menanggapi Permintaan Kerja Kami

Slamet Budi perwakilan komunitas difabel Kendangsari

SURABAYA, JATIM, BN-Mewakili komunitas difabel, Slamet Budi salah satu partisipan dari komunitas difabel Kendangsari Surabaya mengeluhkan perihal lambannya perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya dalam merespon surat yang telah dilayangkan kepada Walikota atas permohonan untuk diberikan pekerjaan.

Slamet Budi menjelaskan komunitas difabel di Kendangsari telah bersurat kepada Ibu Risma yang isinya memohon untuk dapatnya diberikan lapangan kerja sebagai penopang hidup.

“Padahal sudah sejak lama kami bersurat. Entah kenapa sampai hari ini belum ditanggapi. Perlu bapak ketahui, kurang lebih 200 orang jumlah anggota komunitas difabel ini berkeinginan untuk diberikan pekerjaan oleh pemkot Surabaya agar kami dapat mencari uang sendiri, ” kata Slamet saat reses via video conference daerah pemilihan 3 Kecamatan Tenggilis Anas Karno, SE.SH wakil ketua komisi B (bidang perekonomian & keuangan) DPRD kota Surabaya fraksi PDI Perjuangan kota Surabaya di Bebek Jos Gandos, Jl. Jemursari 15-A, Surabaya (20/06).

Slamet mengharapkan realisasi atas permintaannya segera di fasilitasi oleh wakil rakyat secara serius.

“Kami mohon bantuannya pak Anas. Tenaga, waktu dan pikiran difokuskan kepada kami,” ujarnya di Kendangsari Surabaya (20/06).

Peserta reses dari Kecamatan Tenggilis Surabaya

Menanggapi hal tersebut Anas Karno menegaskan untuk bisa bertemu secara langsung bersama ketua atau koordinator komunitas difabel yang dimaksud, sebagai bahan penyampaian kepada walikota Surabaya.

“Seluruh materi serta surat yang pernah dikirim tolong disiapkan. Kapan kita bisa bertemu nanti dibicarakan kembali selepas rapat daring ini. Saya berjanji akan mengkonsultasikan langsung kepada ibu Risma,” ucapnya.

Disisi lain, menjelaskan jalannya agenda rapat daring di Kecamatan Tenggilis, Sumardiono Ketua PAC PDIP Tenggilis Surabaya sekaligus panitia menjelaskan reses melalui daring hari ini lancar dan meriah.

“Sekitar seratus lebih peserta yang ikut mas. Walaupun ada sedikit kendala teknis diawal, alhamdulillah semuanya lancar dan meriah sampai peserta berebut untuk menyampaikan ‘uneg-unegnya’ (usulan-red),” kata Mardiono.

Ia menambahkan, model rapat seperti sekarang sangat cocok dilakukan pada musim pandemi.

“Artinya meski harus tidak berkerumun, masyarakat tetap dapat berkomunikasi dengan wakilnya, ” ungkapnya.

Tujuh Usulan Jaring Aspirasi Masyarakat

Reses tele conference Kecamatan Tenggilis Anas Karno Wakil Ketua Komisi B (bidang perekonomian & keuangan) DPRD kota Surabaya fraksi PDI Perjuangan Kota Surabaya Bebek Jos Gandos, Jl. Jemursari 15-A, Surabaya (20/06).

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai diary jaring aspirasi masyarakat lima hari kerja by telecon, Anas Karno menjabarkan, menjadi perhatian dominasi usulan dalam diagram jenis prosentase tertinggi hingga terendah.

Sebagai catatan usulan menurut peringkatnya antara lain :

1. Pendidikan
– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) siswa SD, SMP dan SMK
– PIP

2. Perekonomian & Kesejahteraan rakyat (Kesra)
– Bantuan Sosial Tunai (BST)
– Program Keluarga Harapan (PKH)
– CSR Masyarakat Terdampak Covid-19.

3. Pembangunan sarana dan prasarana – Gorong-gorong
– Selokan
– Pavingisasi
– Penangulangan Banjir

4. Pengawasan dana APBD Surabaya terkait penanganan Covid19

5. BPJS kesehatan dan pasien ODP.

6. Advokasi wilayah.

7. Usulan Raperda Tenaga kerja.

“Serap aspirasi atau reses merupakan wadah berkomunikasi, menyampaikan informasi dan juga mengedukasi. Beberapa permintaan akan saya pilah. Kepentingan yang lebih utama seperti penanganan wabah korona tetap menjadi tujuan bersama. Insya allah saya akan mengawal. Tergantung dari yang mana dulu yang harus didahulukan, ” bebernya. (boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button