JATIM

Persalinan Cesar Anak Pertama Karyawan Swasta ini Dijamin JKN-KIS

Nur Laila (27) Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelas 1 mandiri faskes Klinik Hidayah Waru menunjukan aplikasi Mobile JKN

SIDOARJO, JATIM, BN – Mengaku lega setelah keluar dari kamar operasi, Nur Laila (27) warga Jl. Brigjend Katamso Sidoarjo Jawa Timur ini menyampaikan jika berstatus umum, biaya persalinan melalui operasi cesar di Rumah Sakit Umum Bunda Waru Sidoarjo kurang lebih Rp.18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah).

Beda bagi dirinya selaku peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelas 1 mandiri faskes Klinik Hidayah Waru, Semua biaya ditanggung BPJS oleh BPJS Kesehatan.

“Saya dan suami adalah pekerja atau buruh di salah satu Pabrik Roti di area Waru Sidoarjo. Sebagai peserta BPJS kesehatan, sebuah kebahagiaan tersendiri, hanya wajib membayar iuran perbulan dan status kepesertaan aktif, maka biaya yang timbul secara otomatis ditanggung,” ungkap Nur Laila di Sidoarjo (27/10/2020).

Lebih lanjut Nur Laila mengatakan persalinan melalui meja operasi tak luput dari gejala awal ketika ia memeriksakan kehamilannya pada kesimpulan bidan saat memeriksakan kandungannya.

“Bidan Titin selaku bidan faskes Klinik Hidayah Waru, sengaja merujuk saya ke rumah sakit karena indikasi periksa saat rawat jalan pembukaannya lama.Karena indikasi medis tersebut terpaksa saya dirujuk ke RS. Dokter spesialis menerima saya pada pukul empat pagi.Selanjutnya saya masuk kamar operasi jam tujuh pagi. Alhamdulillah, pukul sembilan pagi saya sudah selesai melalui proses operasi cesar dengan selamat. Berat bayi saya 3,6 kg dan dalam keadaan sehat,” urainya.

Tentang kesesuaian ruangan, sambung Nur Laila, kamar observasi yang ia tempati hanya sendiri dan tidak ada pasien yang lain.Artinya kamar sesuai kelas kepesertaan BPJS kesehatan.

“Kamar dan ruangan sesuai kelas kepesertaan saya mas. Perawat dan dokternya ramah. Pelayanan baik dan terkesan dirumah sendiri,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang program BPJS kesehatan, Nur laila meras puas dan terlayani.

“Merasa terbantu dengan adanya program BPJS kesehatan, kemungkinan terlambat membayar janganlah mas.Kami kan iurannya dibayarkan perusahaan dengan potong gaji.Rugi kalau kita tidak membayar iuran tepat waktu.Jika kartu non aktif siapa juga yang rugi.Terimakasih banyak JKN-KIS. Semoga pelayanan lebih ditingkatkan,” tutupnya. (boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button