08/12/2021

BIDIK NASIONAL

Berita Investigasi

Aksi Demo Ratusan Sopir Logistik Dikantor Pemkab. Banyuwangi Tuntut Perubahan Aturan ODOL

2 min read

BANYUWANGI, bidiknasional.com – Ratusan sopir logistik ‘ Nglurug’ melakukan  aksi demo dikantor Pemkab. Banyuwangi, tepatnya hari Senin 22 November 2021.Adapun demo para sopir datang dengan kendaraan truk mulai dari selatan Genteng, Rogojampi, Kabat menuju ke arah kota Banyuwangi guna menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Banyuwangi.

Para sopir logistik yang tergabung dalam  Konfederasi Sopir Logistik Indonesia menyuarakan tuntutannya kepada Pemerintah untuk perubahan aturan ODOL (Over dimensi Over loading).

Selamet Barokah selaku koordinator aksi demo menyampaikan,”di Banyuwangi per 1 November (2021) tidak bisa melakukan KIR (mobil), sebelumya bisa. Peraturan ini semakin lama akan semakin mencekik kita,” ujarnya.

Aturan yang dia maksud adalah Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 4294 Tahun 2019, tentang Pedoman Normalisasi Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan Kereta Tempelan.Aturan itu berlaku untuk kendaraan yang diproduksi sebelum tahun 2019.

Kendaraan yang telah diubah menjadi Over Dimension Over Loading (ODOL), harus dinormalisasi atau dikembalikan sesuai dengan spesifikasi awal.

“Mereka (massa aksi-red) menilai, aturan kewajiban normalisasi kendaraan ODOL itu justru menekan sopir, bukannya perusahaan pengguna jasa logistik mereka.Maka, menuntut perubahan aturan, salah satunya kendaraan ODOL agar tetap diperbolehkan kir dan beroperasi,” tegas Slamet.

Selain itu sambungnya,” Kalau kami sudah menyetujui normalisasi, dalam waktu 6 bulan ke depan kami harus dipotong mobil-mobil kita (menyesuaikan dimensi sesuai spesifikasi awal). Upah yang kami terima, operasional, itu tidak maksimal, itu tidak sesuai (kalau tidak ODOL) ” kata Slamet lagi.

Farid Hidayat sebagai Jenderal aksi juga mengatakan,” Truk logistik rata-rata sepanjang 6 meter, sementara perusahaan pengguna jasa angkutan mereka hanya mau menggunakan kendaraan yang lebih besar untuk efisiensi biaya,” bebernya.

Mereka tidak bisa membeli truk baru untuk mengikuti tuntutan pelanggan tersebut, sehingga tetap memanfaatkan mobil bekas modifikasi.

Untuk diketahui, Demo berlangsung di depan kantor Pemkab. Banyuwangi dan perwakilan massa ditemui oleh Kepala Dishub Banyuwangi didampingi Ahmad dari Direktorat Kementerian Perhubungan Darat BPTD XI di Ketapang Banyuwangi.

Kadishub Dwiyanto menjelaskan,” Monggo dari atas boleh disampaikan aspirasinya apa. Nanti dari orang Pusat juga akan menyampaikan kepada Direktorat Perhubungan Darat, karena kebetulan Direktorat Perhubungan Darat punya orang yang ada di Banyuwangi dan sehari-hari memang bertugas di SJK. Nanti pak Ahmad juga akan menyampaikan terkait dengan apa yang disampaikan,” ungkap dia.

Aksi demo dikantor Pemkab. Banyuwangi tersebut dikawal ketat jajaran Polresta Banyuwangi dipimpin langsung oleh Kabag Ops Kompol Agung Setyo Budi bersama anggota Polresta Banyuwangi.

Hingga selesai demo ini, situasi berjalan lancar, aman dan kondusif.

(alvin,ripto/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Enesysone Group Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.