BUPATI LAMPUNG BARAT IKUTI PENILAIAN PRESENTASI KEPALA DAERAH

Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus
• DALAM RANGKA PENILAIAN DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN IGA 2021
LAMPUNG BARAT, bidiknasional.com – Penilaian Inovatif Government Award (IGA ) diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui virtual meeting. Presentasi tersebut diikuti kepala daerah inovatif kategori provinsi dan kabupaten yang diantaranya Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus bersama dengan enam Gubernur dan lima bupati lainnya yang ada di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus mempresentasikan sebanyak 269 inovasi daerah, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari tahun 2020 lalu yang hanya sebanyak 156 inovasi.
Dengan 156 inovasi pada tahun 2020 tersebut, Lampung Barat masuk enam besar kabupaten terinovatif IGA 2020 yang merupakan ajang bergengsi tingkat nasional.
269 inovasi daerah tersebut terdiri dari 11 inovasi penanganan Covid-19, 23 inovasi pemulihan ekonomi, 26 inovasi jejaring sosial, 27 inovasi tata kelola pemerintahan, 32 inovasi peningkatan Indeks Pembangunan manusia (IPM), 46 inovasi penurunan kemiskinan, 39 inovasi peningkatan infrastruktur, dan 67 inovasi sesuai kewenangan daerah.
Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus
didampingi Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wasisno Sembiring, SE., MP. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ronggur L. Tobing, S.Ip., M.Si.Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Barat, Paijo S.Km., M.Kes, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, SH mengikuti acara tersebut dari Rumah Kediaman Bupati di Pekon ( Desa) Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Selasa 23 November 2021
Sementara hadir secara virtual Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri sekaligus Plh. Kepala Balitbang Kemendagri Dr. Eko Prasetyanto Purnomo Putro, S.Si, M.Si, MA,Sekretaris Badan Litbang Kemendagri Dr. Kurniasih, SH, M.Si, Sementara untuk tim penilai berasal dari Kemenpan-RB, MNC TV, Bappenas, Kemenkeu, Universitas Indonesia, BRIN, Kemitraan LAN, dan Kemendagri.
Penilaian IGA 2021 dipusatkan di Ruang Sidang Utama Gedung Kemendagri secara virtual.
Dalam Sambutannya Parosil Mabsus menjelaskan Untuk prioritas inovasi pada tahun 2021 ini yakni penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, percepatan pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.Inovasi penangan dan pencegahan Covid-19 yakni pelopor pemeriksaan PCR untuk kasus Covid-19 waktu dari 15 hari menjadi tiga hari, terintegrasinya seluruh ambulance dengan PSC 119 penanganan tingkat pertama ambulance, dan membentuk Satgas penanganan bencana di tingkat pekon dan posko di tiap pekon( Desa).
Sementara Untuk inovasi pemulihan ekonomi, melakukan pemberian modal usaha dengan pendamping dan tanpa agunan, satu rumah tangga wajib menghasilkan satu komoditas layak jual, pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata dan bantuan peningkatan kemandirian dan daya saing pedagang UMKM.Sedangkan untuk inovasi jaring pengaman sosial, pihaknya memiliki inovasi antara lain mengurangi beban orang tua siswa, bantuan pangan dengan pendampingan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan Balita, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
” Dengan adanya inovasi-inovasi di masa pandemic tersebut maka akan berdampak kasus Covid-19 terkendali, pertumbuhan ekonomi terkendali, dan laju inflasi masih terkendali. Kemudian dampak inovasi secara umum yakni pertumbuhan ekonomi masih terkendali, mengalami kontraksi tapi tidak terlalu tajam, daerah lain rata-rata terkontraksi -2.07 %, dan dampak penerapan inovasi pemulihan ekonomi” tandasnya. (FIK)


