
Teks foto : Proyek pemasangan batu kali ambrol
● Tiang Pagar Ambrol
SURABAYA, bidiknasional.com – Pembangunan proyek pemasangan batu kali di Jl. Rungkut Mapan Kota Surabaya, Jawa Timur amburadul. Nampak dilokasi proyek, pengerjaan tiang pagar pembatas terlihat ambrol sehingga tiang pagar miring.
Penelusuran bidiknasional.com (bn.com) dilokasi proyek, tidak ditemukan papan proyek.
” Jika dikalkulasi, pekerjaan pemasangan batu kali sepanjang kurang lebih 350 meter itu bisa menyerap anggaran miliyaran rupiah,” kata pria berperawakan tinggi di Rungkut Mapan dekat lokasi proyek.
Adapun data LPSE kata sumber bn.com tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya menegaskan,” jelas-jelas berbunyi pemenang tender, kontraktor pelaksana. CV.Angkasa Pelangi Mas. Nama Tender. Pembangunan Plengsengan Batu Kali 40/120 Tinggi 700 ( Rungkut Mapan Timur s/d Barat). Nama Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi. K/L/PD. Pemerintahan Daerah Kota Surabaya. Satuan Kerja. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Pematusan. Pagu. Rp.3.987.198.822,00.HPS. Rp.3.627.681.475.00.,” tegasnya.
Apalagi pekerjaan dilokasi proyek terkesan amburadul terang dia.” Pemasangan batu kali tanpa adanya pemotongan berukuran. Pemasangan batu kali lama terpasang papan proyek tidak terpasang. Nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya tidak tertera. Ada apa ini ? dan tiang pagar cor-coran nya pun, tidak sesuai takaran campurannya. Itu yang mengakibatkan ambrol,” ungkap sumber bn.com.
“Ditengarai proyek pemasangan batu kali ini diduga memakan dan menghambur-hamburkan uang negara dan harus ditinjau kembali,” imbuhnya.
Sumber berikutnya yang mengkritisi proyek tersebut adalah Buyung anggota LSM Laskar Merah Putih (LMP).
Buyung mengatakan, terkait pengerjaan proyek pemasangan batu kali tersebut, “itu sudah ada kesalahan.ujar pria aktivis pengamat dibidang konstruksi.
” Kalau kita tinjau Perpres no.50, seharusnya papan itu terpasang, di direk kid, kalau tanpa terpasang bagaimana masyarakat mengontrolnya. Nama PPK nya siapa, dan kalau ada penyimpangan kita harus kontrol kesiapa,” ucap Buyung.
Masih Buyung, “terkesan proyek amburadul, untuk pemakaian batu kali itu, bukan yang bekas bongkahan batu kali lama,terus dipasang kembali,” jelas aktivis LSM LMP ini.
Buat apa sekarang di RAB tertuang lanjutnya, terus tanpa digunankan.” Ini patut dicurigai. jangan terus ada pengurangan atau ngentit (pengurangan,red) matrial. Masalah cor-coran untuk tiang pagar,itu sudah pembuktian mengurangi bahan matrial, buktinya ambrol,” tambahnya.
Kemudian Buyung memaparkan, menyikapi proyek ini, jika anggaran APBD digunakan, ya harus dipergunakan pembangunan sebenar-benarnya untuk sarana dan prasarana warga Surabaya.
” Kontraktor jangan enak-enakan, cara menggunakan APBD maupun uang negara. Justru, sekarang pekerjaan proyek sepanjang 3 meter yang dikerjakan 2 meter, ya itu yang harus dibayar 2 meter. Lagi, kalau pekerjaan cara pengerjaannya begini, terkesan amburadul dan ambrol begini, ya menghambur-hamburkan uang negara to mas” pungkas Buyung. (BYP)



