
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Insiden ambrolnya prosotan (seluncuran, red) kolam renang di Waterpark area Kenjeran Park Surabaya yang terjadi pada Sabtu kemarin (07/05), disorot berbagai kalangan Aktivis sosial.
Meskipun, pihak manajemen sudah meminta maaf dan berjanji membayar penuh biaya rumah sakit, hal ini terkesan dimata para aktivis Sosial sendiri, masih dirasa hal itu belum cukup atau selesai.
Peristiwa tersebut diduga akibat dari keteledoran dan hanya mementingkan keuntungan bisnis semata. Namun pihak pengelola diduga lalai karena adanya pembiaran luapan para pengunjung dan tidak mengantisipasi saat itu.
Meskipun dari pihak managemen sudah meminta maaf dan berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan, salah satu aktivis sosial berpandangan lain.
“Bukan hanya luka luar yang perlu diobati, tapi juga perlu dari dalam, karena luka yang membekas di dalam itu, yang lebih bahaya karena berdampak pada psikologi.” Ungkap Buyung aktivis sosial LSM “Laskar Merah Putih saat itu.
Ia berharap kepada seluruh pihak terkait, supaya transparan dalam menangani persoalan ini. “Insiden ini sudah menjadi konsumsi publik, jangan bisanya bermain dibawah meja saja, yang endingnya salam damai dan senyum srigala,” Sentilnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Komisi C Abdul Ghoni Mukhlas sempat mewanti-wanti, supaya pengusaha jangan hanya mencari keuntungan saja.
“Saya menekankan safetynya. Kepada pengelola kolam renang, jangan berorientasi pada keuntungan saja. Karena sebelumnya kan sudah ada kejadian di tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya, saat dihubungi Media bidiknasional.com melalui telepon.
Politisi PDI Perjuangan ini mendesak pihak pengelola wisata air untuk bertanggung jawab, dengan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, hingga biaya keseluruhan dari musibah yang menimpa para wisatawan.
“Pihak pengelola bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap musibah ini,” tegasnya.
Sedangkan dari pihak manajemen Paul Steven General Manager Kenjeran Park Surabaya mengatakan, sejak siang memantau kondisi korban yang dirawat di RS. dr. M. Soewandhi Surabaya.
Delapan korban rata-rata mengalami luka lecet namun sadar, dan saat ini masih dalam penanganan rumah sakit.
“Total 16 korban tidak ada yang meninggal. Satu dari delapan yang dirawat di RS. dr. Soetomo sudah boleh pulang infonya,” ucap Paul saat ditemui awak media Bidik Nasional di depan ruang IGD RS. dr. M. Soewandhi, Sabtu (7/5/2022).
Paul juga memohon maaf kepada pengunjung Kenjeran Park atas kejadian yang tidak diinginkan. Namun, seluruh biaya rumah sakit dari korban akan ditanggung oleh pihak manajemen.
“Ada asuransi untuk pengunjung dicover sampai 10 juta sebenarnya. Tapi karena ini kan kejadian yang tidak terduga dan tidak diinginkan jadi kita upayakan akan ditanggung semuanya,” kata Paul.
Laporan : BYP
Editorial : Budi Santoso



