
Nur Roudlotul Hidayah (33) peserta JKN berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara di Kota Surabaya
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Situasi pandemi yang berkepanjangan juga berimbas pada menurunnya perekonomian masyarakat Indonesia, beberapa diantaranya sulit pulih kembali. Akibatnya, memiliki jaminan atas pelayanan kesehatan dengan menjadi peserta JKN menjadi hal yang diinginkan masyarakat.
Adalah Nur Roudlotul Hidayah (33), salah seorang peserta JKN berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Surabaya, sadar akan hal tersebut.
“Saya merasa menjadi peserta JKN merupakan berkah, karena tidak perlu lagi khawatir tentang biaya kesehatan apabila jatuh sakit. Seberapa besarnya biaya pengobatan, selama menjadi peserta JKN, pasti ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jadi memiliki jaminan untuk pelayanan kesehatan tentu dapat sangat membantu kita,” ujar Ida.
Ida mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga telah menjadi peserta JKN sejak BPJS Kesehatan masih bernama Askes, tahun 2011 silam. Ia sendiri selama ini belum pernah menggunakan fasilitas Program JKN.
“Alhamdulillah selama ini saya berada dalam keadaan sehat, tidak pernah merasa perlu berobat sampai ke rumah sakit. Namun beberapa tahun yang lalu, fasilitas pelayanan kesehatan Program JKN ini saya gunakan ketika suami terdiagnosa penyakit batu ginjal,” tutur Ida.
Pada saat itu, lanjut Ida, suaminya mulai menjalani perawatan dan pengobatan di RS Anwar Medika Krian. Pelayanan yang diterimapun dirasanya sangat memuaskan dan berjalan tanpa hambatan sama sekali.
“Mulai dari IGD, USG Abdomen, sampai CT scan dan obat – obatannya semua tanpa biaya. Ini untungnya menjadi peserta JKN, kalau berobat tidak harus mengeluarkan biaya banyak. Jika berobat sesuai prosedur dan kelas pun bisa benar – benar tanpa biaya,” terang Ida.
Ida pun telah mengunduh Aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah dirinya dan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dari Program JKN. Ia memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik pada pesertanya.
“Adanya Aplikasi Mobile JKN ini jelas banyak memudahkan peserta JKN dalam mengakses pelayanan kesehatan, melalui fitur – fitur yang terus dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Sampai saat ini yang pernah saya gunakan adalah fitur pindah faskes. Sangat mudah dan yang pasti hemat waktu, karena kita tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan pengurusan masalah administrasi,” tutup Ida.
Laporan: rn/ws/boody
Editor: Budi Santoso


