JATIMLAMONGAN

Konflik Antar Pendukung Cakades di Lamongan Berakhir Damai

Mediasi konflik antar pendukung usai Pilkades serentak di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan berakhir damai.

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com
Sempat memanas, konflik antar pendukung usai Pilkades serentak di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan berakhir damai.

Pesta demokrasi di Desa Tambakploso ini sempat terjadi konflik internal antar pendukung. Namun berakhir damai usai digelar mediasi di kantor Desa Tambakploso. Senin, (05/09).

Sebelumnya dari informasi yang dihimpun oleh wartawan kantor berita Bidik Nasional dilapangan, ada 6 orang yakni Pardi, Suroto, Jamari, Supri, Agung dan Srinti pendukung Cakades Taruji (Nomor urut 2) warga Plosolebak Desa Tambakploso dipanggil Polsek Turi.

Hal ini atas pengaduan Sulistiono Ketua BPD Desa Tambakploso, pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) Jaelani (Nomor urut 1)/Kepala Desa (Kades) terpilih, diduga perbuatan tidak menyenangkan.

Diketahui barang bukti foto copy data komentar WA (Wathshap) pada bulan Mei 2022 di Group “Kopi Giras” pendukung Cakades Taruji.

Yang isinya Pardi (Mengunggah Foto Sulistiono dengan komentar “Ulere ngalor lur”), Suroto komentar (Ulere no.1), Jamari komentar (Tumbal kedua), Supri komentar (Asune wong getung), Agung komentar (Iyo uler iku) dan Srinti komentar (Ulere ki seng endi).

Dari hasil mediasi antara ke 6 warga Plosolebak dan Sulistiono sebelumnya sepakat mau minta maaf kepada Sulistiono dengan membuat Surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan seperti komentar di Groub WA (Wathshap) Kopi Giras tersebut.

Sulistiono meminta agar mediasi seperti tersebut diulangi lagi di Balaidesa Tambakploso dengan menghadirkan Muspika Turi, Kades beserta seluruh perangkat Desa serta tokoh agama, tokoh masyarakat pada tanggal 5 September 2022 saat ini.

“Berkaitan dengan silaturahmi ini, kami pemerintah desa hanya bisa memfasilitasi kedua belah pihak untuk memediasi agar permasalahan yang ada bisa diselesaikan dan tidak berlarut-larut,” ujar Akhmad Jaelani Kepala Desa Tambakploso.

Selain itu, kata Kades Jaelani, pemerintah desa tidak memihak kepada salah satu pihak baik pihak pengadu maupun teradu karena semuanya adalah warga Plosolebak Desa Tambakploso.

Kami meminta, ke pengadu agar permasalahan ini bisa diselesaikan di sini atas nama kepala desa Tambakploso dan mewakili warga. “Apabila ada kesalahan dan ucapan di Sosmed (Wathshap) mohon dimaafkan,” katanya.

Sementara, Camat Kecamatan Turi Bambang Purnomo, AP., M.M., yang disampaikan Kasmin menyampaikan, saya mewakili camat karena tidak bisa hadir ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Pihak Kecamatan Turi berekspektasi, jangan sampai permasalahan seperti ini berlarut-larut. Untuk itu, sebagai warga masyarakat dalam bertetangga menurut Kasmin, setiap persoalan agar bisa diselesaikan dengan baik.

Lebih lanjut, mudah-mudahan silaturahmi ini mendapatkan petunjuk dan barokah dari Allah SWT. Sehingga permasalahan apapun yang ada bisa diselesaikan dengan baik dengan keputusan yang terbaik.

Dengan demikian, semoga permasalahan ini bisa diambil hikmahnya dan bisa hidup rukun di bawah kepemimpinan Kepala Desa yang baru,” ujar Kasmin Kasi Trantib Kecamatan Turi.

Dalam hal ini, diungkapkan oleh Kapolsek Turi Iptu Kusnandar,S.H., permasalahan ini adalah permasalahan di desa dan menjadi wewenang Kepala Desa.

Untuk itu, agar semuanya bisa menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga bisa aman dan tertib dan Kepala Desa bisa melaksanakan dan menjalankan pemerintahannya dengan baik.

Meski demikian kata Kapolsek, kalaupun ada masalahan sekecil apapun sebaiknya bisa diselesaikan. “Kami mendukung pemerintahan desa dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya.

Hal senada, Kapten Kav Parman Danramil 0812/03 Turi, “Kita hadir bersama dalam mediasi ini, agar semua bisa saling memaafkan, ini sesuai harapan kita semua.

Begitu juga, kata Danramil, kita hidup di Negara Indonesia ini harus mewujudkan NKRI di wilayah Desa dan Kecamatan, jangan sampai ada sesuatu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan.

Dilaksanakannya mediasi ini, sesuai anjuran Polsek tiada lain mengambil jalan yang terbaik dan hidup di Indonesia tidak ada lagi yang semena-mena saya anggap semua sudah NKRI sehingga semuanya wajib mengikuti.

Jangan sampai merasa paling pandai atau paling bodoh, karena sepandai apapun kita kalau kita tidak bisa memahami tidak bisa saling komunikasi ada permasalahan apapun tidak akan terselesaikan.

Mediasi ini dilaksanakan agar nantinya tidak putus komunikasi dengan pemerintah karena semua ada aturannya. Mari kita berbuat yang terbaik khususnya di Desa Tambakploso dan Kecamatan Turi.

Ditambahkan oleh Danramil, pemerintahan mulai dari unsur Desa ada tingkat RT/RW ini adalah untuk menyelesaikan apabila ada permasalahan dan semua tingkatan ada payung hukumnya.

Dalam persoalan ini jangan sampai ada yang sakit hati dan semua harus bahagia, ada kesulitan tidak mungkin orang luar/jauh yang dimintai tolong justru tetangga dekat atau saudara kita yang dekat rumah ini yang akan membantu,” tambahnya.

Pada kesempatan kali ini saya mohon, mari kita ciptakan situasi yang guyub rukun dengan menanamkan jiwa NKRI, jangan sampai nanti di belakang masih ada yang tidak memaafkan.

Semoga dengan silaturahmi ini kita semua jadi satu arah berbeda-beda tapi tetap satu arah dan satu tujuan , bersatu Indonesia tetap NKRI, jadikan perdamaian ini untuk masa depan.

Dalam proses mediasi Pardi selaku perwakilan teradu menyampaikan, “Saya dan teman-teman minta maaf atas kejadian komentar di WA group kopi giras

Disamping itu, kami tidak akan mengulangi semua perbuatan yang terjadi seperti komentar di Groub WA (Wathshap),” bebernya.

Dikesempatan yang sama Sulistino berucap, saya tidak melapor/membuat laporan polisi. Perihal ini kalau dulur-dulur minta maaf dan sudah ada pernyataannya saya maafkan asalkan tidak diulang lagi.

Dalam hal ini saya tidak mencari sensasi menang-menang sendiri, mohon dipahami semua pihak.

Apabila rekan-rekan dibilang mau dijadikan tumbal, uler, bisa dirasakan bagimana rasanya pasti akan sakit hati.

Akhir kata, saya mohon maaf bila merepotkan semua pihak dengan kesibukan masing-masing dan terima kasih atas bantuannya.

Untuk selanjutnya kita saling hidup bermasyarakat dan mari kita kembali aktif untuk melaksanakan kegiatan di masyarakat.

Penulis : Bang IPUL / Tian
Editorial : Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button