
Tampak haluan kapal Roro KM Dharma Kencana VII sandar di Jamrud Utara tujuan Makassar, Selasa kemarin (Foto: Ak)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dicabut oleh pemerintah melalui Presiden Joko Widodo pada 31 Desember 2022, namun situasi dan aktivitas perjalanan penumpang dengan kapal Roll On Roll Off (Roro) lintas panjang dari Senin malam sampai Selasa malam (2 – 3/01) belum tampak tanda-tanda kenaikan.
Situasi sepi penumpang itu akibat cuaca ekstrim melanda perairan Laut Jawa, khususnya kapal Roro yang berangkat dari Pelabuhan Tg.Perak, Surabaya menuju Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar sejak 23 Desember lalu, begitu pula sebaliknya.
Pada Senin malam kemarin, terlihat kapal Roro Dharma Rucitra I di Jamrud Utara Pelabuhan Tg.Perak tujuan Banjarmasin siap melayani sejumlah truk bermuatan barang kebutuhan masyarakat dan logistik lainnya, namun jumlah penumpang dapat dihitung dengan jari.
Petugas khusus dari Polres Tg.Perak yang memantau situasi dan keamanan pemberangkatan kapal Roro Dharma Rucitra I mengatakan, situasi cuaca buruk saat ini pihak armada pelayaran nasional PT.Dharma Lautan Utama (DLU) belum berani mengangkut orang sebagai penumpang.
“Pihak DLU kayaknya mengutamakan keselamatan jiwa manusia dalam pelayaran. Kalau truk bermuatan lumayan banyak yang dimuat”, ujar polisi yang enggan disebut namanya itu pada media BIDIK NASIONAL di dermaga Jamrud Utara, Tg.Perak.
Terkait adanya pembebasan PPKM, menurut polisi tersebut, tidak mungkin langsung disambut dengan kebebasan perjalanan jauh dengan kapal laut, karena terhalang cuaca buruk. “Masyarakat pasti pikir-pikir dulu kalau mau naik kapal laut ke arah utara, begitu juga sebaliknya”, ujarnya.
Lebih-lebih, imbuhnya, pihak pengelola kapal Roro juga tidak mudah terpancing oleh banyaknya muatan yang membuat kapal harus terpaksa berlayar. “Pihak DLU sepertinya patuh dan tunduk atas larangan berlayar di saat laut dilanda cuaca ekstrim, makanya banyak yang batal berangkat pekan kemarin”, jelasnya.
Pada Selasa malam (3/01), kapal Roro Dharma Kencana VII dengan panjang sekitar 125 meter jurusan Tg.Perak – Makassar tampak sandar dan tengah melayani masuk sejumlah truk muatan barang dan logistik yang diatur beberapa kru dan petugas di Jamrud Utara.
“Ya, sudah bisa berlayar sekarang. Kapal Roro Dharma Kencana VII siap berangkat ke Makassar, sudah mulai memuat”, timpal seorang petugas KPLP kantor Syahbandar Utama Tg.Perak menjawab media BIDIK NASIONAL Selasa malam.
Sementara itu di hari Senin malam pula, kapal Roro Batu Layar jurusan Tanjung Perak – Lembar (Lombok Barat) hanya mendapat 170 orang penumpang dan puluhan truk barang serta mobil pribadi yang naik ke kapal di bawah PT.Damai Lintas Nusantara (DLN) Jakarta tersebut.
I Ketut S, General Manajer PT.DLN Cabang Surabaya saat ditemui media BIDIK NASIONAL di dermaga Jamrud Utara Tg.Perak mengatakan, meskipun pemerintah telah membebaskan PPKM, namun pihaknya tetap mematuhi peraturan dan melaksanakan program kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid19 (istilah di saat pandemi, Red).
Di dalam ruangan penumpang kapal Roro Batu Layar yang memiliki kapasitas sebanyak 600 orang penumpang itu dan kapal Roro OASIS, kata Ketut, pihaknya tetap memberlakukan jaga jarak antar penumpang. “Di dalam kamar sudah diatur jaraknya masing-masing penumpang. Jadi tetap berlaku jaga jarak”, ujar Ketut seraya melebarkan keduanya tangannya.
Ditambahkan Ketut, aturan prokes lain juga tetap diterapkan secara ketat di dalam kapal yakni harus pakai masker, cuci tangan dan tidak boleh bergerombol di anjungan kapal dan di dalam ruangan.
Menurut Ketut, sebagai isyarat kebebasan perjalanan dengan menumpang kapal laut, atas pencabutan PPKM yang membelenggu selama 2 tahun itu, belum terlihat kepadatan penumpang.
Para penumpang dan mobil pribadi yang naik kapal Roro Batu Layar ini, ujar Ketut, merupakan penumpang yang balik ke Lombok dan Bali setelah menjalani liburan tahun baru 2023 dan Natal.
“Belum ada tanda-tanda membanjirnya penumpang kapal laut akibat pencabutan PPKM. Situasinya masih seperti jaman pandemi Covid19. Saya rasa arus penumpang kapal laut akan kembali normal dalam waktu dekat”, papar Ketut didampingi Yanwar, Manajer Operasional PT.DLN.
Dikatakan Ketut, dua kapal Roro yang dikawalnya setiap pemberangkatan dari Tg.Perak ke Lembar itu merasa masih bisa mengatasi pelayaran pesisir di saat rambatan gelombang di tengah Laut Jawa sana setinggi 3,5 meter sampai 4 meter lebih.
“Di pelayaran pesisir gelombangnya tidak mengancam keselamatan pelayaran, biasa-biasa saja. Cuman anginnya sangat kencang”, jelas Ketut sambil menunggu satu unit mobil yang menumpang masih di jalan tol menuju pelabuhan Tg.Perak.
Ketut juga menyayangkan kapal Roro yang dikelolanya sering sandar diluar jadwal sandar yang sebenarnya, bahkan 5 – 6 jam kapalnya menunggu kosong, karena masih ada kapal lain yang sandar memenuhi klaterisasi.
“Sudah sampai kesal kami sering mengalami terlambat sandar. Kami terkadang memaklumi, tapi kami kasihan para penumpang menunggunya sampai 10 jam baru naik kapal”, kilahnya.
Ketika hendak dikonfirmasi ke pihak pengelola Gedung Surya Nusantara (GSN) milik Pelindo Regional Jawa di Jamrud Utara, Pelabuhan Tg.Perak bukan wewenangnya memberikan keterangan, justru media BIDIK NASIONAL diarahkan untuk konfirmasi ke instansi Otoritas Pelabuhan Tg.Perak. Namun pihak yang dimaksud akan ditemui untuk edisi depan.
Laporan: A.karim
Editor: Budi Santoso



