
Yanwar, Manajer Operasi PT.DLN di Surabaya membelakangi kapal Roro Batu Layar yang hendak berlayar dari Jamrud Utara. (Foto: Ak)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Situasi truk-truk angkutan barang kebutuhan masyarakat dan logistik lainnya yang diangkut kapal Roll On Roll Off (Roro) Batu Layar dari Pelabuhan Tg.Perak, khususnya tujuan Lembar Lombok terlihat Rabu malam (21/03) belum stabil.
Pantauan media Bidik Nasional terhadap situasi barang-barang kebutuhan masyarakat di awal bulan Ramadhan 1444 H ini khususnya tujuan Lembar Lombok, belum menunjukkan adanya kenaikan.
Yanwar, Manajer Operasi PT.Damai Lintas Nusantara (DLN) yang mengelola kapal Roro Batu Layar dan Oasis jurusan Tanjung Perak – Lembar Lombok PP mengatakan, keadaan angkutan barang-barang kebutuhan masyarakat khususnya tujuan Lembar Lombok masih biasa-biasa saja.
Yanwar yang berbicara sebagai mewakili I Ketut S, General Manajer PT.DLN di Surabaya yang sedang merayakan hari Nyepi menjelaskan, jumlah truk besar bermuatan barang kebutuhan masyarakat yang masuk kapal sekitar 20 unit, sejumlah truk sedang dan beberapa mobil pribadi dengan penumpang orang hanya 50 orang.
Dikatakan Yanwar, sebelum datangnya bulan puasa, arus truk muatan barang kebutuhan masyarakat tujuan Lembar terlihat ada kenaikan, namun keadaannya berbeda di awal bulan Ramadhan ini justru tidak stabil.
Menurut Yanwar yang ditemui media Bidiknasional di terminal Jamrud Utara Rabu malam tadi mengatakan, situasi angkutan truk barang masih seperti biasa, belum ada perubahan begitu pun penumpang orang.
“Mungkin karena awal puasa Ramadhan ini bertepatan dengan hari Nyepi, pabrik-pabrik libur dan kegiatan usaha lainnya juga tutup”, papar Yanwar yang terlihat aktif mendampingi I Ketut S kawal sandar dan berangkat kapal Roro Batu Layar dan Oasis hampir setiap malam.
Kata Yanwar pula, terkait jumlah truk barang yang dimuat kapal Batu Layar Rabu malam, tergantung kiriman dari ekspedisinya. Pihaknya tentu hanya memuat dan mengatur dalam kapal Batu Layar hingga rapi dan siap berlayar sekitar pukul 22.15 Wib.
Laporan: Akariem
Editor: Budi Santoso


