
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Dampak dugaan adanya petugas tutup mata terkait kegiatan prostitusi di Eks Lokalisasi Moroseneng yang berlokasi di Jalan Sememi Jaya 1 dan 2, Kecamatan Benowo, Surabaya, hingga kini kekal dan abadi aktifitasnya.
Meski sudah resmi ditutup oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada tahun 2013 yang lalu, tempat prostitusi terkenal di wilayah bagian Surabaya Barat, tak pernah surut dari pandangan para lelaki hidung belang yang datang.
Seperti dalam penelusurannya, awak media BIDIK NASIONAL.com (BN.com), pada beberapa hari lalu, terlihat para Germo tengah berdiri di setiap lorong-lorong gang sambil menghadang para lelaki hidung belang untuk menjajakan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang telah disiapkan di bilik-bilik dalam rumah bordir yang kelihatan kosong.
“Monggo mas.. garapane enak, murah 200 ewu ae.. dua kali maen. (Mari mas.. pelayanannya enak, murah 200 ribu aja.. dua kali main: red),” lontar salah satu Germo yg berlogat Jawa di Sememi Jaya Gang 1, kepada wartawan ini.
Hal senada juga dikatakan Germo lainnya, yang ada di Sememi Jaya gang 2, bujuk rayuan seolah-olah PSK bawaannya agar laku kepada para lelaki hidung belang.
“Disini paling murah mas.. hanya 180 ribu. Wanita-nya hanya tinggal dua orang, dan yang lainnya sudah laku. Saya jamin, servisnya paling josss,” imbuhnya.
Tak hanya dijadikan sebagai ajang prostitusi kucing-kucingan untuk menghindari pantauan petugas. Eks Lokalisasi Moroseneng juga menjadi dugaan lahan bisnis para pedagang minuman keras (Miras) beralkohol tanpa disertai izin.
Ketika dihubungi oleh wartawan BN.com untuk dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu, pihaknya selalu berkoordinasi bersama tiga pilar untuk memonitoring Eks Lokalisasi Moroseneng.
“Sudah kita lakukan monitoring Satpol-PP Kecamatan Benowo bersama pihak Kepolisian, akan tetapi isu-isu aktifitas protitusi tidak ada,” tutur Camat Benowo dalam percakapan melalui telepon, Sabtu (23/09/2022).
“Bahkan, monitoring tersebut dilaksanakan mulai dari pukul 23.00 Wib, hingga 04.00 wib Wib, dinihari,” sambungnya.
Selain itu, pihaknya akan terus berupaya koordinasi penegak Perda yakni Satpol-PP Kota Surabaya guna melakukan penertiban di Eks Lokalisasi Moroseneng.
“Kita sudah koordinasi dengan Satpol-PP Kota Surabaya. Namun, terkendala dengan pergantian pimpinan. Tapi kita akan selalu berupaya bersama tiga pilar untuk menyisiri rumah-rumah yang menjadi isu-isu tempat prostitusi,” pungkasnya.
Pewarta: Abd. Rosi
Editor: Budi Santoso


