
Dirut RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes menerima penghargaan Jawa Pos Award untuk inovasi Jelita Siaga (dok.foto: Humas RSUD)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Hari Kesehatan Nasional Ke-59 mengusung tema Transformasi Kesehatan Indonesia Maju. Dalam momentum HKN tahun ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes. mengatakan, akan melaksanakan pesan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
“Dalam proses peningkatan pelayanan kesahatan kepada masyarakat serta melaksanakan pesan dari menteri kesehatan, kami akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat” ujar beliau.

Dirut RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes bersama dr. Ramadi ciptakam aplikasi koran HD. (Dok. Foto : Humas RSUD Bangil)
Ia mengatakan, pesan Menkes lainnya yang mesti dijalankan yakni melaksanakan enam pilar yang akan menunjang keberhasilan dari transformasi kesehatan.
Enam Pilar Tersebut Yakni :
Transformasi Layanan Primer, 2.) Layanan Rujukan, 3.) Ketahanan Kesehatan, 4.) Sistem Pembiayaan Kesehatan, 5.) SDM Kesehatan, 6.) Teknologi Kesehatan. Terangnya.

Inovasi Jelita Siaga (Jemput Layani Tangani Siap Antar Pulang Bertemu Keluarga). (Dok. Foto : Humas RSUD Bangil)
Menurutnya, tema HKN Ke-59 dan enam pilar yang dipesankan oleh Menkes sudah sejalan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh RSUD Bangil sampai saat ini.
“Selama ini RSUD Bangil fokus melakukan transformasi dibidang kesehatan dengan meningkatkan mutu pelayanan yang dikemas melalui berbagai inovasi di banyak sector” menurut dr. Arma.
Sebagai Rumah Sakit yang mendukung adanya transformasi dibidang kesehatan, RSUD Bangil telah meningkatkan mutu pelayanan yang dikemas melalui berbagai inovasi, salah satunya melalui inovasi Jelita Siaga (Jemput Layani Tangani Siap Antar Pulang Bertemu Keluarga).

Menurut dr. Arma, Jelita siaga merupakan Inovasi yang diciptakan guna mensukseskan program bupati Pasuruan terkait Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBLA) tentang penanganan kegawatdaruratan ibu hamil resiko tinggi.
“Jelita Siaga merupakan program layanan 24 jam bagi ibu hamil yang ingin mendapatkan pelayanan secara prima” tutur dr. Arma.
Ia juga menuturtkan bahwa adanya jelita siaga bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan pelayanan pre hospital, pelayanan kebidanan dan neonatologi serta pelayanan paska salin.
Direktur RSUD Bangil tersebut juga menambahkan layanan ini dapat digunakan jika ada ibu yang melahirkan dalam kondisi emergency dan membutuhkan rujukan ke RSUD Bangil.
“Begitu ada yang membutuhkan bantuan, kami akan datang dengan dokter, bidan disertai peralatan lengkap di dalam ambulans. Kita pastikan ibu yang mengalami kasus emergency sudah ditangani di tempat sampai dikatakan aman menuju rumah sakit,” tambahnya.
Lebih lanjut, wanita yang juga pernah menjabat sebagai Plt. Direktur RSUD Grati Kabupaten Pasuruan tersebut menegaskan bahwa inovasi ini bisa dinikamati secara gratis.
Selain itu, dr. Arma mengatakan dalam meningkatkan pelayanan pengambilan obat bagi pasien. RSUD Bangil juga menciptakan inovasi yang berkolaborasi dengan Pos Indonesia yakni Fast Drug Pos (Fasilitas Antar Service Obat di RSUD Bangil).
Inovasi ini merupakan sebuah solusi bagi pasien agar tidak perlu antri lagi dalam pengambilan obat di RSUD Bangil. Nantinya, pasien hanya tinggal menunggu di rumah, karena obat yang dipesan akan dikirim melalui pos.

Inovasi Fast Drug Pos, RSUD Bangil (Dok. Foto : Humas RSUD Bangil)
“Inovasi ini kami ciptakan untuk memberikan kemudahan bagi pasien, khususnya dalam hal pelayanan obat, karena sekarang pasien tidak perlu mengantri lagi di rumah sakit, tinggal menunggu obat di rumah” kata dr. Arma.
Menariknya, layanan tersebut bisa dinikmati secara gratis. Pasien hanya perlu mengisi formulir yang tersedia di konter Kantor Pos RSUD Bangil dan kemudian petugas akan mengirim obat ke alamat yang dituju.
Tak hanya itu, RSUD Bangil juga menciptakan inovasi layanan yaitu aplikasi KORAN HD. Inovasi layanan ini diperuntukkan untuk pasien gagal ginjal agar semakin peduli dengan kesehatannya. KORAN HD sendiri merupakan akronim dari Kontrol Jumlah Cairan Pasien Hemodialisis.
Lebih rinci dr. Arma mengatakan dengan adanya aplikasi ini bertujuan untuk mengedukasi pasien gagal ginjal agar lebih paham tentang bagaimana menjalani hidup sebagai pasien gagal ginjal, sehingga kualitas hidupnya menjadi lebih baik.
“Selama ini kami melihat banyak pasien gagal ginjal yang mengabaikan kesehatannya, padahal kalau dibiarkan akan beberbahaya, maka dari itu diharapkan dengan adanya aplikasi ini pasien dapat mengontrol cairan yang masuk, apakah kelebihan atau kurang” ungkap dr. Arma.
Arma menambahkan aplikasi ini menghadirkan beberapa layanan yang terhubung langsung antara pasien dengan RSUD Bangil. Menu yang tersedia emergency, chat dengan dokter dan menu lainnya.
Untuk chat dengan dokter, setiap pasien dapat berkonsultasi langsung melalui pesan whatsapp yang tertera di aplikasi Koran HD.
Aplikasi ini rencananya akan dipresentasikan ditingkat nasional dengan tujuan agar kesadaran pasien meningkat, terintegrasi secara otomatis dengan harapan dapat meningkatkan angka harapan hidup di Kab Pasuruan.

Komunitas ODHA Link (Dok. Foto : Humas RSUD Bangil)
Sementara itu, RSUD Bangil juga mempunyai inovasi pelayanan yang sudah diakui di tingkat nasional yakni Odha Link. Inovasi ini merupakan terobosan untuk mengatasi banyaknya pasien HIV/AIDS yang menutup diri karena malu kondisi kesehatannya diketahui oleh masyarakat.
Odha Link memiliki tiga pelayanan untuk penderita HIV/AIDS. Pertama, Online SMS 24 Jam, dimana masyarakat umum terutama penderita ODHA Link bisa langsung bertanya tentang penyakitnya dan tentunya petugas menjamin kerahasiaan penderita.
Kedua yakni layanan Delivery Order, penderita HIV/AIDS akan mendapatkan obat yang diantar langsung oleh petugas atau dapat dititipkan melalui orang yang dipercaya. Yang terakhir adalah High Access, yakni pembentukan jejaring, edukasi, penyuluhan, pelatihan, keterampilan dan promosi paguyuban ODHA.
Dengan adanya inovasi layanan Odha link ini diharapkan mampu untuk memberikan kemudahan bagi pasien HIV/AIDS dan secara perlahan akan menghapus stigma negative terhadap ODHA.
“Kami ingin, dengan kemudahan yang kami berikan kepada penderita HIV/AIDS, mereka tidak malu lagi untuk melakukan konsultasi dan merasa nyaman dalam pelayanan pengobatan sehingga kualitas kesehatan mereka bisa terus meningkat” ujar dr. Arma.

Peringatan Hari HIV/AIDS (Dok. Foto : Humas RSUD Bangil)
Perempuan yang dulu juga pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kejayan ini menerangkan bahwa berbagai inovasi yang ada di RSUD Bangil sudah diakui oleh pemerintah dan elemen masyarakat, hal itu dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diperoleh. Yang terbaru inovasi FAST DRUG POS (Fasilitas Antar Servis Obat di RSUD Bangil dengan Pos Indonesia) berhasil masuk sebagai TOP 15 Kategori Inovasi Daerah tingkat Provinsi Jawa Timur.
Untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, saat ini RSUD Bangil dilengkapi berbagai alat yang hanya ada di Kabupaten Pasuruan, seperti, Cathlab yaitu pelayanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnostic penyakit jantung dan pembuluh darah, serta dilakukan intervensi non-bedah sesuai indikasi secara invasive melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.
Kemudian, alat Cardiology diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Lalu guna menunjang pelayanan medis pada penanganan penyakit organ dalam, tulang dan tindakan operasi RSUD Bangil memiliki teknologi C-arm, yang merupakan alat radiologi berbentuk seperti huruf C dan berguna untuk melihat gambar atau objek yang dapat dilihat langsung dengan cara fluoroskopi.
Bukan hanya itu, RSUD Bangil juga mempunyai alat lainnya seperti, Endoskopi, Audiometri, Ortho Implan, Hemodialisa dan lainnya.
Selain itu, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan di rumah sakit. Saat ini RSUD Bangil membuka Sembilan jadwal klinik rawat jalan pada sore hari.
Arma Roosalina, M.Kes mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan pasien setiap saat, tujuan dibukanya jadwal rawat jalan pada sore hari adalah untuk mengcover pasien yang tidak bisa datang pada pagi hari.
“Mari masyarakat yang ada di kabupaten pasuruan memanfaatkan layanan ini, terutama yang tidak dapat datang di pagi hari” ujarnya.
Sementara itu, humas RSUD Bangil M. Hayat, S.KM, M.Kes, menjelaskan semua yang telah dilakukan oleh RSUD Bangil merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi system kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta menjamin masyarakat agar mendapatkan akses dan menikmati layanan kesehatan dari tingkat primer sampai tersier.
“Tujuan utama kami dalam meningkatkan mutu dan pelayanan agar masyarakat dapat mendapatkan akses serta menikmati kesehatan ditingkat premier sampai tersier” tutupnya.
Berikut Jadwal Klinik Rawat Jalan RSUD Bangil Pada Sore Hari :
1. Klinik Penyakit Dalam (1) : dr. Ramadi Satryo W., Sp.PD buka setiap hari Selasa, Rabu, Kamis pukul 13.00-17.00 WIB.
2. Klinik Syaraf : dr Aziz Abdullah, Sp.S (Senin pukul 14.00-15.00)
3. Klinik Syaraf : dr. Faisol Hamdani, Sp.N (Selasa & Kamis pukul 15.00-18.00 WIB)
4. Klinik Bedah Plastik Rekonstruksi & Estetik : dr. Badariyatud Dini, Sp.BP-RE (Selasa, Kamis, Sabtu Pukul 13.00-15.00 WIB)
5. Klinik Obgyn : dr. Novida Ariani, Sp.OG (Rabu Pukul 13.00-16.00)
6. Klinik Obgyn : dr. Ivan Limy, Sp.OG (Sabtu Pukul 12.00-14.00 WIB)
7. Klinik Obgyn : dr. Handi Firman Syah, Sp.OG (Senin, Selasa, dan Kamis Pukul 13.00-15.00 WIB)
8. Klinik Psikiatri : dr. Lira Riana Septiara, Sp.KJ.,M.Med.Sc (Senin, Rabu, Jumat Pukul 13.00-17.00)
Penulis : Toddy Pras H
Editor : Budi Santoso



