MATARAMNTB

RSUD Kota Mataram Road to School Beri Materi Cara Hidup Sehat

MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Guna memperkenalkan cara penanganan kegawatdaruratan medis sejak dini RSUD Kota Mataram melakukan kegiatan Road To School Se-Kota Mataram.

Rumah Sakit Road To School adalah kegiatan kunjungan rumah sakit ke Sekolah untuk promosi atau memperkenalkan alat-alat kesehatan, pengenalan profesi di rumah sakit dan materi tentang cara hidup sehat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan itu adalah Mengajar bantuan hidup dasar awam, Pengenalan nomor emergency, Kesehatan fisik dan mental, Promosi kesehatan, Pengenalan inovasi-inovasi dan layanan unggulan RSUD Kota Mataram.

Hal tersebut dibenarkan Direktur RSUD Kota Mataram dr.Hj.Eka Nurhayati,Sp.OG. Senin 15/07/24.

“Kegiatan ini kita mulai sejak hari Jumat minggu lalu, ketika MPLS sekolah yang baru kami sasar adalah SMAN 1 Mataram, dalam program ini siswa-siswi diperkenalkan secara umum tentang rumah sakit dan beragam profesi yang ada di rumah sakit.” Jelasnya.

Menurutnya, selain memperkenalkan program dan inovasi rumah sakit kegiatan mengajar bantuan hidup dasar awam, dan kesehatan fisik serta mental pada siswa-siswi disekolah sangat penting karena masalah kesehatan pada kelompok remaja juga lebih kompleks, ada banyak data menunjukan bahwa masalah kesehatan remaja berawal dari perilaku yang berisiko.

“Adapun ciri yang khas dari perkembangan remaja yang dapat dilihat pada masa awal remaja adalah remaja rentan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun sosial di mana mereka memasuki masa yang penuh dengan storm and stress, yaitu masa pubertas.” Bebernya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi yang baik kepada siswa/i sehingga mereka sudah dapat memahami bagaimana perilaku hidup sehat dan mengenal tentang rumah sakit.

” Sangat diharapkan dengan kegiatan ini para siswa mampu menjadi duta-duta kesehatan, mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kegawatdaruratan medis sehingga dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian.” Pungkasnya.

Laporan: Aini

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button