
MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merasakan kemudahan dalam mendapatkan akses layanan administrasi dan kesehatan yakni Siti Khodijah (28), warga Kecamatan Klojen, Kota Malang. Perempuan yang akrab disapa Khodijah ini merupakan peserta JKN kelas 3 yang terdaftar di Fasilitas Kelas Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Sumba Husada sejak Desember 2020 lalu. Khodijah merasa bersyukur telah menjadi peserta JKN. Terlebih lagi, di tengah perkembangan, teknologi dan zaman yang serba modern sekarang ini, dirinya dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat.
“Sekarang kalau sakit tidak perlu khawatir, alhamdulillah saya dan keluarga sudah terdaftar menjadi peserta JKN. Saya pernah sakit gigi yang tidak tertahankan, rasanya benar-benar sakit sekali. Lalu saya langsung meminta suami saya untuk mengantarkan ke Klinik Sumba Husada untuk memeriksakan gigi saya. Untungnya saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN, sehingga saya tidak khawatir akan biaya pengobatannya,” ujar Khodijah.
Beruntungnya lagi, Khodijah yang saat ini terdaftar sebagai peserta JKN kelas 3 tetap mendapatkan pelayanan yang sama dengan peserta JKN yang lainnya. Pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan semua setara, tidak ada perbedaan antara peserta JKN kelas tiga, kelas dua, kelas satu, bahkan pasien umum. Pelayanan prima dan cepat tanggap dari tenaga medis dirasakan olehnya.
“Alhamdulillah meskipun saya peserta JKN kelas 3, tetapi saya mendapatkan layanan yang baik dan tidak dibeda-bedakan. Pada saat itu juga langsung ditangani oleh dokter di Klinik Sumba Husada, juga pemeriksaannya benar-benar teliti,” ungkap Khodijah.
Selama menggunakan JKN untuk berobat, Khodijah mengaku tidak pernah diminta iur biaya lagi oleh fasilitas kesehatan. Dirinya merasa lega karena kekhawatirannya terhadap stigma masyarakat yang mengatakan jika berobat menggunakan JKN maka akan ada biaya-biaya tambahan ternyata tidak benar. Semua perawatan medis hingga obat yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tidak ada biaya tambahan sama sekali.
“Dengan kemudahan yang saya terima, saya mengakui bahwa Program JKN telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia yang menjadi peserta JKN. Saya pun lebih tenang apabila sewaktu-waktu sakit tidak perlu memikirkan biaya berobat lagi,” jelas Khodijah.
Lebih lanjut, perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tersebut mengaku sering menggunakan salah satu inovasi andalan milik BPJS Kesehatan, yaitu Aplikasi Mobile JKN. Diakui bahwa dirinya pernah mengakses layanan pendaftaran antrean online untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurut Khodijah, melalui pendaftaran antrean online, dirinya sangat dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Apalagi dirinya tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan penanganan medis.
“Cukup datang saat mendekati waktu pelayanan saja, jadi waktunya bisa saya manfaatkan untuk hal lain. Di Aplikasi Mobile JKN juga terdapat keterangannya, misal kurang berapa menit lagi giliran kita diperiksa,” kata Khodijah.
Apresiasi disampaikan oleh Khodijah kepada BPJS Kesehatan atas upayanya dalam menghadirkan kemudahan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN. Ia berharap peningkatan pelayanan terus dilakukan agar dapat menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Dirinya juga berharap agar lebih banyak lagi masyarakat yang terdaftar dalam Program JKN dan bisa merasakan manfaat nyata Program JKN seperti yang ia rasakan.
“Pelayanan sudah sangat baik, aplikasi juga sudah baik dan mudah digunakan. Ke depannya saya berharap BPJS Kesehatan dapat meluncurkan inovasi-inovasi lagi yang tentunya lebih baik lagi untuk memudahkan peserta JKN dalam mengakses pelayanan kesehatan,” pungkas Khodijah.
Laporan: rn/dn/red
Editor: Budi Santoso



