BENGKALISRIAU

PEMUDA PST DESA PANGKALAN NYIRIH MERIAHKAN FESTIVAL LAMPU COLOK BERMASA TAHUN 2025

Pemuda Sngai Yap Tengah (PST) Desa Pangkalan Nyirih saat berpose di depan Menara Api Colok (Foto: Agung BN Bengkalis)

BENGKALIS, BIDIKNASIONAL.com – Sebagai wujud melestarikan budaya lampu colok di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Pemuda PST Desa Pangkalan Nyirih ikut memeriahkan festival lampu colok Bermasa, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Bulan Suci Ramadhan Tahun 1446 H /2025 M berlokasi di Jl.Dusun I, di lapangan Mts Desa Pangkalan Nyirih , Rabu, 26 Maret 2025, (malam 27 Ramadhan). Kegiatan ini diikuti oleh organisasi Pemuda PST bersama masyarakat dan pemuda  untuk melestarikan budaya juga merupakan tradisi turun-temurun.

Festival tahunan ini menjadi ajang unjuk kreativitas masyarakat dalam menyusun dan menyalakan lampu colok, lentera tradisional yang menghiasi malam-malam Ramadhan dengan cahaya penuh makna. Tahun ini, partisipasi Pemuda PST Pangkalan Nyirih semakin istimewa dengan pembangunan menara lampu colok yang megah, hasil gotong-royong dan kekompakan pemuda setempat.

Keberhasilan pembangunan menara ini tidak lepas dari kerja sama pemuda PST Desa Pangkalan Nyirih yang saling bergotong royong serta bahu membahu dalam bekerja maupun mencari sumber biaya. Menariknya, gotong-royong dalam pembuatan lampu colok ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga terlihat semangat Gotong Royong yang tinggi, Hal ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan di Desa tersebut.

Ketua Pemuda PST Oki Frianda mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi. “Terima kasih kepada seluruh pemuda dan masyarakat yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pengerjaan lampu colok ini. Begitu juga kepada para donatur yang dengan ikhlas membantu pendanaan. Alhamdulillah, foto penilaian sudah dikirim ke dewan juri. Mari kita berdoa semoga mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Candra Maulana, selaku tokoh pemuda setempat yang turut memantau pemasangan lampu colok pada malam 27 Likur, menyampaikan rasa bangganya. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada para pemuda dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga tradisi ini semakin mempererat hubungan kita, serta menanamkan nilai sosial dan gotong-royong sebagai bagian dari budaya yang akan terus lestari,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi mengenai sumber dana kegiatan ini, Candra Maulana menjelaskan bahwa untuk kebutuhan sumber dana lampu colok, bantuan datang dari sumbangan warga, sponsor donatur pengusaha serta pemerintah desa yang ikut berkontribusi menyumbangkan minyak dan banyak lagi yg tk bsa di sebutkan satu persatu, tutupnya

Laporan: Agung mulyono

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button