
GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Semarak yang diiringi gemah takbir berkumandang di seantero bumi pertiwi Nusantara Raya, malam (30/3/2025) yang menandakan pula telah berlalunya bulan penuh berkah bagi umat muslim yakni bulan Ramadhan 1446 Hijriyah.
Sesuai disampaikan oleh pemerintah nasional melalui menteri agamanya bahwa 1 Syawal 1446 Hijriyah jatuh pada tanggal 31 Maret Tahun 2025 Masehi.
Pawai dan parade keliling menghiasi jalan-jalan raya dimanapun berada, dengan berbagai macam kreasi mulai dari hiasan unik dan diiringi musik gemah takbir yang diikuti oleh seluruh peserta, seperti yang disampaikan oleh H. Abdul Mufid kepada awak media ini saat ditemui seusai memberikan sambutan dan melepas peserta takbir keliling di depan pelataran Masjid Darussalam Kedamean, Gresik.
“Terdiri dari 16 Mushola dalam wilayah satu dusun sebagai peserta pawai takbir keliling, tak ayal gempita uforia tak terbendung hingga sedikit menjadikan lambat arus lalu lintas pada ruas jalan raya provinsi. Betul, memang semua elemen pemerintah kami libatkan termasuk TNI & Polri,” ungkap H. Abdul Mufid selaku pelindung kepengurusan Masjid Darussalam.
Sekaligus sebagai Kepala Desa (Kades) Kedamean kecamatan Kedamean kabupaten Gresik, H. Abdul Mufid dalam sambutannya menyampaikan beberapa point diantaranya tetap menjaga kebersihan sebelum dan sesudah kegiatan, menjaga kondusifitas dan kerukunan serta senantiasa meningkatkan amal ibadah di luar bulan Suci Ramadhan.
Senada dengan kepala Desa, H. Dwi Kora Kades Tanjung sekaligus yang dipandang sebagai senior bagi para Kades se-wilayah kecamatan Kedamean, Gresik, khususnya. Kepada awak media Cetak & Online BIDIK NASIONAL secara tidak sengaja bertemu beliaunya saat mengawal parade takbir dan pawai keliling disepanjang jalan raya.
“Berharap dan menghimbau, semoga bertemu pada bulan Ramadhan di tahun mendatang dan senantiasa menjaga serta melestarikan kegiatan ini yang telah berlangsung semenjak tahun 2007 atas berkat kerjasama antara segenap para penyelenggara pemerintahan desa se-wilayah kecamatan Kedamean bersama ranting Ormas ke-Agamaan,” tutur H. Dwi Kora.
Laporan: Sub
Editor: Budi Santoso



