
Kantor Disporapar (Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata) Kabupaten Jombang (Foto: ist)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Disporapar (Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata) Kabupaten Jombang patut di sorot terkait penggunaan anggaran kegiatan tahun 2025. Dugaan adanya ketidak beresan pada penggunaan anggaran tersebut patut menjadi penelitian bagi warga Jombang, khususnya masyarakat Jawa timur. Terutama pada anggaran untuk publikasi diduga ada manipulasi.
Kepala Disporapar Bambang Nurwijanto ketika dikonfirmasi mengatakan, “Itu sudah benar penggunaan nya. Publikasi itu macam macam, bukan hanya untuk wartawan saja,” ujarnya kepada Bidik Nasional (BN) dengan nada sinis.
Hasil laporan yang diterima BN, “Nggak masuk akal acara kenduri durian aja di Wonosalam, desa setempat juga membantu dari swadaya warga. Jadi kalau dianggarkan jadi ringan Disporapar Jombang, terus sisa anggaran nya kemana,” komentar salah satu warga Wonosalam yang dekat dengan area acara kenduri durian tersebut.
Selain itu info yang diterima BN, “untuk anggaran keamanan sudah di anggarkan oleh Disporapar Jombang, desa setempat juga ikut membantu soal anggaran keamanan,” ungkap warga setempat.
Sementara, dari data yang diperoleh BN menunjukkan, Penyediaan promosi melalui media cetak dan media online (media promosi) Rp 27.000.000,-
– Belanja jasa iklan, reklame, film dan pemotretan (media pemuda pelopor) Rp 5.000.000,-
– Belanja publikasi media cetak, online UP Rp 37.000.000,-
– Belanja jasa iklan/ reklame ,film dan pemotretan (multi Event) Rp 49.500.000,-
– Belanja jasa iklan / reklame ,film dan pemotretan ( permasalahan olahraga) Rp 10.000.000,-
– Belanja jasa iklan) reklame (olah raga tradisional) Rp 2.500.000,-
– Penyediaan promosi melalui media sosial Rp 48.000.000,
– Belanja jasa iklan/ reklame Rp 8.000.000,-
Pertanyaan nya, apakah anggaran tersebut sudah sesuai penggunaan nya, terkait dengan laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).
Menurut sumber BN oknum di dinas tersebut memilih media yang menguntungkan perut mereka. “Saya dapat info mereka terima upeti dalam bentuk casback tunai, jadi tidak ada jejak digitalnya, ” kata sumber itu. (Bersambung edisi berikutnya)
Laporan: Tok
Editor: Budi Santoso



