
LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan Cabang Gresik mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, ST, B.eng, M.Sc., atas peluncuran program baru yakni Program Sinergi Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (SRIKANDI). Program SRIKANDI merupakan salah satu upaya perluasan cakupan kepesertaan JKN yang dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Daerah dan Pihak Ketiga untuk mendaftarkan penduduk di wilayahnya ke segmen Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU Pemda).
“Penduduk yang didaftarkan ini iurannya dibayarkan secara sharing antara Pemerintah Daerah dan Pihak Ketiga dengan hak perawatan JKN Kelas III. Program SRIKANDI ini memang ditujukan untuk daerah yang belum mencapai Unversal Health Coverage (UHC) namun Pemerintah Daerahnya memiliki komitmen tinggi dalam mendukung Program JKN,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo.
Janoe juga menyampaikan Program SRIKANDI ini tidak hanya ditujukan untuk masyarakat yang belum terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, juga untuk reaktivasi peserta yang sudah pernah menjadi peserta JKN namun saat ini statusnya tidak aktif dan belum beralih ke segmen lainnya.
“Sumber dana iuran Program SRIKANDI ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah dan Dana Iuran entitas Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan atau perusahan mikro. Untuk di wilayah Lamongan sendiri dimulai di Bulan Mei ini tercatat sebanyak 1 yayasan, 7 CSR Badan Usaha, dan 1 Bumdes yang ikut serta dalam program ini,” sebutnya.
Selain SRIKANDI, BPJS Kesehatan juga memiliki Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi). PESIAR sendiri merupakan kegiatan social marketing terencana dalam rangka rekrutmen peserta dan penigkatan keaktifan peserta JKN yang dilakukan pihak ketiga yang ditugaskan atas rekomendasi Perangkat Daerah terkait.
“Untuk PESIAR ini secara garis besar sebuah upaya meningkatkan kepesertaan JKN dengan cara memetakan masyarakat desa yang belum terlindungi JKN, menyisir masyarakat miskin, korban PHK, masyarakat stunting, ibu hamil yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Selain itu, PESIAR juga menyisir masyarakat pekerja sektor formal yang belum didaftarkan pemberi kerja ke Program JKN,” kata Janoe.
Untuk menyukseskan Program PESIAR ini telah disiapkan Agen PESIAR yang berasal dari warga desa atas rekomendasi dari kepala desa setempat. Janoe menyebut Agen PESIAR tersebar di 12 kelurahan dan dan 462 desa.
“Tujuan PESIAR ini sama dengan SRIKANDI, yakni meningkatkan capaian kepesertaan di Kabupaten Lamongan sehigga dapat memenuhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yakni sekurangnya 98% penduduk terdaftar sebagai peserta JKN. Selain itu, PESIAR juga diharapkan membantu pencapaian penurunan angka kemiskinan ekstrim,“ tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, ST, B.eng, M.Sc., menyampaikan dukungannya terhadap upaya pencapaian UHC di Kabupaten Lamongan. Sampai dengan 1 Mei 2025 capaian kepesertaan JKN di Kabupaten Lamongan 86,95% atau 1.188.981 jiwa dari total keselurah penduduk 1.367.305 jiwa.
“Saya apresiasi sekali dengan program-program BPJS Kesehatan ini, terlebih peluncuran program ini Lamongan mendapat kesempatan pertama kali di wilayah Jawa Timur. Selanjutnya, tugas kita untuk berkolaborasi menjalankan program ini menuju tangkat keaktifan peserta 98 persen. Oleh karenanya, perlu sekali adanya upaya percepatan seperti SRIKANDI dan PESIAR ini supaya target UHC bisa segera terealisasi. Sudah benar upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan ini, melakukan sosialisasi dari tingkat desa. Kebetulan sebentar lagi kami juga akan meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih. Kedepannya dengan adanya sarana ini dapat mengoptimalisasi dukungan terhadap peningkatan kepesertaan JKN,” ulas Dirham.
Dirham juga memberikan apresiasi kepada seluruh mitra yang turut menyukseskan Program SRIKANDI. Ia juga berpesan kepada camat dan seluruh stakeholder untuk ikut melakukan sosialisasi terkait Program JKN ini.
“Bukan hanya masyarakat yang kurang mampu, yang mampu pun jika belum terdaftar JKN diedukasi untuk segera melakukan registrasi. Seperti yang kita ketahuin Bersama, manfaat Program JKN ini kan sangat banyak, jadi bisa menjadi jaminan di saat kita sakit. Dengan meningkatnya kepesertaan JKN ini, maka dapat juga meningkatkan potensi capaian UHC,” tutup Dirham.
Laporan: rn/qa/red
Editor: Budi Santoso



