
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat dirasakan manfaatnya dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya memberikan jaminan di bidang kesehatan, Program JKN juga membantu pesertanya untuk melakukan skrining riwayat kesehatan guna mendeteksi potensi risiko penyakit yang mungkin diderita sedari dini melalui Aplikasi Mobile JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari menyampaikan bahwa seluruh peserta JKN yang berusia minimal 15 tahun dapat melakukan skrining riwayat kesehatan. Adapaun skrining riwayat kesehatan tersebut dilakukan satu kali dalam satu tahun.
“Risiko penyakit yang bisa terdeteksi adalah diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner. Harapannya dengan peserta JKN melakukan skrining riwayat kesehatan tersebut dapat mencegah beberapa penyakit yang mungkin terdeteksi diderita oleh yang bersangkutan, sehingga sedini mungkin dapat dilakukan penanganan,” ungkap Ita.
Tak hanya itu, skrining riwayat kesehatan selain memberikan manfaat bagi peserta JKN ternyata juga dapat digunakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mengetahui potensi penyakit peserta yang terdaftar di FKTP tersebut, meningkatkan kontak dengan peserta, membantu tata laksana penyakit peserta sedini mungkin dan dapat mengoptimalkan peran FKTP sebagai gate keeper dan care coordinator.
Alur layanan peserta FKTP ketika akan mengakses layanan kesehatan akan ditanyakan apakah peserta sudah mengisi skrining riwayat kesehatan. Ketika peserta sudah mengisi, maka peserta dapat langsung menuju ke bagian pendaftaran dan mendapatkan layanan kesehatan. Namun ketika peserta belum mengisi, maka peserta diberikan edukasi untuk terlebih dahulu mengisi skrining riwayat kesehatan.
“Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan ataupun Aplikasi P-Care FKTP. Adapun nanti dari hasil dari skrining riwayat kesehatan tersebut akan diketahui apakah peserta itu sehat, berisikio atau sakit,” tambahnya.
Reni Wulandari, petugas Pemberian Informasi Penanganan Pengaduan Puskesmas Tawangrejo menyampaikan hal senada terkait pentingnya peserta JKN melakukan skrining riwayat kesehatan. Reni menyampaikan bahwa skrining riwayat Kesehatan merupakan Langkah awal yang penting dilakukan guna mendeteksi potensi adanya gejala penyakit menjadi penyakit kronis.
“Ini merupakan langkah preventif yang bisa dilakukan sehingga dapat mencegah juga potensi risiko penyakit yang diderita. Skrining riwayat kesehatan mencerminkan komitmen kami dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat, khususnya peserta JKN,” kata Reni.
Reni menambahkan bahwa skrining riwayat kesehatan tersebut dilaksanakan secara berkala setiap satu tahun sekali supayan status Kesehatan peserta JKN dapat terpantau, terlebih untuk penyakit kronis. Ketika terdapat peserta JKN yang mungkin terdeteksi penyakit kronis, maka Puskesmas Tawangrejo sebagai FKTP akan melakukan langkah-langkah pemeriksaan lebih lanjut sehingga penyakit tersebut dapat tertangani dengan baik.
“Setelah skrining riwayat kesehatan selesai dilakukan, hasilnya akan langsung ditampilkan, memberikan gambaran awal tentang status kesehatan peserta, jika hasilnya berisiko rendah, peserta disarankan untuk menjaga pola hidup sehat, sedangkan risiko sedang atau tinggi, perlu pemeriksaan lebih lanjut agar bisa dilakukan evaluasi lanjut,” katanya. (rn/tk)
Veda Ayu (23) merupakan salah satu peserta JKN yang sudah berhasil melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Wanita yang akrab disapa Veda tersebut saat ini terdaftar sebagai peserta yang berasal dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
“Saya sudah cukup lama mengetahui tentang Aplikasi Mobile JKN dan mengikuti perkembangan fitur-fitur di dalamnya, salah satunya ya fitur skrining riwayat kesehatan yang membantu saya untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan saya saat ini. Apakah berisiko rendah, sedang, tinggi,” tutup Veda.
Laporan: rn/tk/red
Editor: Budi Santoso



