
dr. Nungky, Nakes di Klinik Juwita Medika Kota Madiun (Foto: ist)
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Perumpamaan sedia payung sebelum hujan, menjaga pola hidup sehat merupakan langkah preventif untuk mencegah ancaman penyakit. Akan tetapi selain langkah preventif tersebut, penting juga untuk seseorang memiliki jaminan kesehatan sebagai perlindungan ketika sakit dan membutuhkan biaya pelanan kesehatan.
Nungky, salah satu tenaga kesehatan di Klinik Juwita Medika Kota Madiun menyampaikan bahwa menjaga pola hidup sehat dapat dilakukan dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
“Olah raga ringan seperti jalan sehat, kemudian diimbangi dengan makan cukup sayur dan buah, minum air putih minimal delapan gelas setiap harinya sebaiknya harus kita lakukan. Jadi ketika tubuh kita sehat, kita juga bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan maksimal,” jelas Nungky, yang berprofesi sebagai dokter.
Selain langkah preventif dengan menjaga pola hidup sehat itu, Nungky menambahkan bahwa masyarakat juga harus memiliki pengetahuan tentang penyakit kronis yang mungkin akan mengancam kondisi kesehatan. Dalam hal ini, peserta Program Jaminan Kesehata Nasional (JKN) dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Sehingga ketika masyarakat sudah berkomitmen untuk menjalankan pola hidup sehat serta dibarengi dengan melakukan skrining riwayat kesehatan, maka harapannya dapat mencegah datangnya penyakit kronis.
“Melalui skrining riwayat kesehatan, peserta JKN dapat mengetahui tingkat risiko terhadap penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal dan penyakit jantung koroner. Jadi, peserta JKN bisa lebih aware dan mengambil langkah pencegahan yang tepat,” katanya saat ditemui pada Kamis (19/06).
Nungky menambahkan bahwa seluruh peserta JKN yang berusia minimal 15 tahun dapat melakukan skrining riwayat kesehatan. Adapun skrining riwayat kesehatan tersebut dilakukan satu kali dalam satu tahun.
“Manfaat lain skrining riwayat kesehatan tersebut adalah bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah dapat mengetahui potensi penyakit peserta yang terdaftar di FKTP, meningkatkan kontak dengan peserta, membantu tata laksana penyakit peserta sedini mungkin dan dapat meningkatkan peran FKTP sebagai gate keeper,” tambahnya.
Alur layanan peserta JKN yang mengunjungi FKTP terlebih dahulu akan dikonfirmasi apakah sudah mengisi skrining riwayat kesehatan. Ketika peserta sudah mengisi, maka peserta dapat langsung menuju bagian pendaftaran dan mendapatkan layanan kesehatan. Akan tetapi jika peserta belum melakukan skrining riwayat kesehatan, maka peserta akan diberikan edukasi untuk terlebih dahulu mengisi skrining riwayat kesehatan.
“Selain melalui Aplikasi Mobile JKN, skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui website BPJS Kesehatan ataupun Aplikasi P-Care FKTP. Sehingga jika ditemukan peserta yang berisiko menderita penyakit kronis, maka akan dilakukan Langkah-langkah pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat tertangani dengan baik, “ kata Nungky.
Ade, merupakan salah satu peserta JKN juga berpendapat serupa bahwa menjaga pola hidup sehat adalah hal yang paling utama dan wajib dilakukan guna mencegah datangnya penyakit kronis. Ade yang memiliki riwayat komplikasi penyakit hipertensi dan jantung itu memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kesehatan merupakan satu hal yang penting untuk diperhatikan, sekalipun sudah memiliki jaminan kesehatan.
“Jaminan kesehatan akan sangat membantu jika sewaktu-waktu dalam kondisi sakit, tapi sebelum sakit kita masih bisa mengusahakan untuk hidup sehat dengan menjaga pola makan, olah raga yang teratur, tidak merokok. Kalau Program JKN itu diibaratkan sebagai paying, maka kita juga harus memiliki mindset bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dengan melakukan skrining riwayat kesehatan dapat membantu peserta JKN untuk mengetahui tingkat risiko yang dimiliki, mulai risiko rendah, risiko sedang, hingga risiko tinggi terhadap penyakit kronis. Dengan telah terdeteksi lebih awal, maka Ade berharap masyarakat juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan sehingga dapat mencegah penyakit tersebut semakin gawat.
“Saya sudah pernah merasakan sakit yang harus dirawat di ruang ICU, dan itu sangat tidak enak. Jadi, kita harus lebih peduli dengan kesehatan, mulai dari diri sendiri dan keluarga. Sehingga harapannya semua selalu dalam sehat dan dapat menjalankan aktivitas dengan lancar,” tutup Ade.
Laporan: rn/tk
Editor: Budi Santoso



