
Ketua KONI, Imam Mukri Afandi (Foto: ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Hearing di gelar pada senin 13/7/2025 di ruang rapat gedung DPRD kabupaten Sidoarjo.
DPRD Kabuputen Sidoarjo patut diacungi jempol kinerjanya betul – betul melaksanakan amanah rakyat. Begitu ada kabar sidoarjo perolehan medali di pekan olah raga provinsi menurun lansung memanggil ketua KONI untuk dikonfirmasi penyebab menurunnya perolehan medali di ajang Proprov pada tahun 2025 ini.
Hearing komisi D DPRD Sidoarjo dengan Ketua KONI, Imam Mukri Afandi, berlangsung penuh dengan kontroversi. Udara sejuk dari AC ruangan terasa panas oleh sengatan lisan pimpinan kepada Imam Mukri.
Ketua Komisi D, H. Dhamroni Chudlori, tak mampu menahan diri dan meninggalkan kursinya di saat rapat masih berlangsung. Sebelum ke luar ruangan, Dhamroni mendesak Imam Mukri, bersepakat untuk menyatakan Sidoarjo gagal. Dipertegas dengan kegagalan total.
Imam Mukri sebelumnya sudah diberi waktu untuk berbicara, namun dalam kurun 20 menit, tidak ada permintaan maaf yang keluar dari mulutnya. Justru Imam malah seperti membanggakan prestasi Sidoarjo.
Konyolnya lagi Sidoarjo dinilai masih beruntung dapat urutan ke-3 karena ada yang mentarget anjlog di urutan 7 besar. Dengan narasi berputar-putar dan penuh retorika, Imam menganggap ini bukan kegagalan. Kegagalan ini karena suporting.
Imam Mukri seperti tidak menyadari, kota Malang yang di porprov jatim memborong 160 emas. Sedang Sidoarjo sekitar 70 emas saja.
Dhamroni memandang tajam Imam yang bicara dengan narasi hampa. Serta merta komisi D akan mengeluarkan rekomendasi manajemen KONI dievaluasi menyeluruh. Bukan atlet yang dievakuasi, tapi pengurus KONI Sidoarjo saja.
Wakil ketua komisi D, Bangun Winarso, yang biasanya kalem ikut-ikutan panas mendengarkan Imam Mukri yang tidak mau mengakui kegagalan. “Kalau gagal harusnya minta maaf, tapi sedari tadi tidak ada keluar permintaan maaf itu, ” Ujarnya.
Dhamroni juga menyoroti lemahnya komunikasi KONI dengan Cabor. Cabor banyak mengeluh sulitnya bicara dengan ketua KONI. Untuk urusan makan atlet, pengurus cabor harus nomboki. Ada yang jual motor, mobil utk biaya makan atlet.
“Padahal APBD sudah menggarkan Rp 16 miliar. Uang itu sudah bisa digunakan saat Porprov. Waduh… Waduh Sidoarjo kok seperti melarat. Untuk makan atlet saja pengurus yang tombok,” ujarnya.
Imam mukri ketua Koni Kabupaten Sidoarjo setelah rapat selesai dikonfirmasi
Wartawan menjelaskan penyebab kekalahan itu karena dia baru menjabat sebagai ketua KONI otomatis belum bisa maksimal.
Di konfirmasi media terkait Imam Mukri tidak bisa di konfirmasi oleh para ketua ( Cabor) Cabang olahraga dirinya menjawab, “itu tidak benar hanya miskomunikasi saja,” pungkasnya.
Laporan: yah
Editor: Budi Santoso



