JATIMMADIUN

Pemdes Sidomulyo Gelar Kirab Gunungan dan Seni Budaya Dalam Rangka “Bersih Desa” dan HUT RI Ke 80

Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Kades Sidomulyo Setyo Margono saat mengikuti Kirab Gunungan, Minggu (7/9/2025). Foto: ist

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – “Bersih Desa” adalah upacara adat jawa yang dilakukan masyarakat untuk membersihkan lingkungan desa secara simbolis dan spiritual, serta untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga masyarakat. Upacara ini juga wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat dan anugerah yang diberikan.

Pada Kamis malam Jumat Legi (21/8/2025), Pemerintah Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun mengadakan selamatan dan doa bersama dipaseban makam Kyai Ageng Reksogati, yang merupakan rangkaian acara “Besih Desa”.

“Pemdes Sidomulyo bersama masyarakat pada Kamis malam Jumat Legi ( 21/8/2025 ) lalu sudah gelar selamatan dan doa bersama bertempat dimakam Kyai Ageng Reksogati, sebagai bentuk wujud syukur kepada Tuhan atas segala rahmat dan anugerah yang diberikan serta memohon keselamatan dan keberkahan untuk seluruh warga masyarakat”, kata Setyo Margono selaku kades setempat.

Selanjutnya, pada Minggu (7/9/2025) merupakan puncak acara “Bersih Desa” dan Peringatan HUT RI ke-80 dengan menggelar kirab berbagai seni budaya dan 7 gunungan yang berisikan hasil pertanian dan UMKM dari desa setempat, gunungan tersebut persembahan dari beberapa RT yang tergabung dalam satu RW, dimana Desa Sidomulyo terdapat 7 RW sehingga ada 7 gunungan sekaligus menggambarkan selalu adanya pitulungan dari Tuhan Yang Maha Esa, terangnya.

Antusias masyarakat sangat besar, terpantau mulai pagi sudah berbondong-bondong berdatangan. Kemudian 7 gunungan akan diarak dari makam Kyai Ageng Reksogati yang diikuti dengan tampilan seni budaya dari berbagai elemen masyarakat menuju lapangan desa setempat.

“Adapun tujuan dari diadakan kirab seni budaya dan gunungan ini, selain untuk prosesi “Bersih Desa” dan Peringatan HUT RI ke-80 juga sebagai bentuk promosi untuk pengembangan desa wisata serta sebagai wujud penghormatan kepada Leluhur di Desa Sidomulyo khususnya Kyai Ageng Reksogati yang merupakan ulama besar dan tokoh berpengaruh dalam penyebaran agama islam di Jawa, juga termasuk salah seorang pendiri Kabupaten Madiun yang pada waktu itu bernama Purabaya”, jelas Setyo Margono.

Kami juga berharap acara seperti ini akan menjadi agenda tahunan, agar bisa mengangkat perekonomian masyarakat terutama UMKM di desa ini bisa lebih berkembang, sehingga kehidupan warga makin meningkat dan sejahtera.

Hadir pada acara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto yang sebelum memberangkatkan kirab menyempatkan ziarah dan berdoa di makam Kyai Ageng Reksogati. Ia Juga menyampaikan ucapan terima kasih pada masyarakat desa Sidomulyo, yang sudah nguri uri budaya Leluhur dan memberi penghormatan terhadap pendiri Madiun, Kyai Ageng Reksogati. Kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan gotong royong sehingga bisa mewujudkan kondusifitas di masyarakat dan wilayah Kabupaten Madiun.

Endang, warga desa setempat mengaku merasa sangat senang dengan adanya kirab seni budaya dan prosesi bersih desa ini.

“Saya dan seluruh warga Desa Sidomulyo merasa sangat senang dengan adanya kirab budaya dan gunungan serta prosesi “Bersih Desa”, selain nguri uri Leluhur dan bentuk rasa syukur serta penghormatan terhadap Kyai Ageng Reksogati sebagai pendiri Kabupaten Madiun, juga berdampak positif terhadap perkembangan wisata desa yang implikasinya bisa mendorong perkembangan UMKM sehingga membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap pada Pemerintah Desa, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan.”, harapnya.

Laporan: Bas

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button