
dr. Khusnul Rofiq (Foto: ist)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berjalan sebagai upaya memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, agar program ini tetap berkelanjutan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berperan penting dalam memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa peran FKTP sangat strategis dalam mendukung program JKN. Menurutnya, pelayanan kesehatan di tingkat pertama bukan hanya menjadi pintu masuk peserta JKN untuk mendapatkan layanan, tetapi juga berfungsi sebagai garda terdepan dalam edukasi pencegahan penyakit.
“Program JKN tidak hanya bicara soal pembiayaan kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa menjaga kesehatannya dengan baik. FKTP memiliki peran besar karena di sanalah masyarakat pertama kali berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Edukasi pola hidup sehat, seperti menjaga asupan gizi, rajin berolahraga, istirahat cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit,” jelas Dina.
Salah satu contoh nyata edukasi tersebut dapat dilihat dari Puskesmas Sukabumi Kota Probolinggo yang aktif mengampanyekan pola hidup sehat kepada warganya. Dokter di Puskesmas Sukabumi, dr. Khusnul Rofiq, menyampaikan bahwa gaya hidup masyarakat saat ini memicu munculnya berbagai penyakit degeneratif.
“Di era sekarang ini kita banyak menemui penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, namun tetap muncul karena pola makan yang kurang baik atau gaya hidup yang tidak sehat. Dampaknya, kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan semakin meningkat, beban tenaga medis bertambah, dan penggunaan terapi maupun rujukan ke rumah sakit ikut melonjak. Karena itu, kalau masyarakat mau menjaga kesehatannya sejak dini, sebenarnya mereka juga turut meringankan beban sistem kesehatan secara keseluruhan,” jelas dr. Khusnul saat ditemui selepas kegiatan di RSUD M. Saleh, Kamis (04/09).
Menurutnya, kunci menjaga kesehatan ada pada kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ada sepuluh indikator PHBS yang biasa diedukasikan kepada masyarakat, mulai dari persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terutama bidan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, hingga kebiasaan menggunakan jamban sehat dan memilih air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pola makan juga menjadi perhatian penting, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai porsi. Selain itu, masyarakat didorong untuk rutin melakukan skrining kesehatan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, aktif berolahraga minimal 30 menit tiga hingga lima kali dalam seminggu, tidak merokok di dalam rumah maupun lingkungan umum, serta memberantas jentik nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
“Saya selalu tekankan soal pola makan. Banyak yang mengira makanan sehat itu harus banyak, padahal kuncinya justru seimbang. Misalnya, lauk pauk jangan sampai memenuhi satu piring penuh, tetap harus ada sayur dan buah. Kalau seimbang begitu, metabolisme tubuh bisa lebih baik dan risiko penyakit juga bisa ditekan,” jelas dr. Khusnul.
Puskesmas Sukabumi juga aktif melakukan berbagai upaya untuk menanamkan kesadaran hidup sehat. Mulai dari penyuluhan rutin di posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan masyarakat, hingga mengajak warga melakukan olahraga bersama.
“Kami selalu mendorong masyarakat melakukan skrining kesehatan. Dengan begitu, penyakit bisa terdeteksi sejak dini. Kalau ditemukan gejala awal, penanganannya lebih mudah dibanding kalau sudah parah,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Khusnul membagikan tips sederhana untuk memulai pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, membatasi konsumsi gula dan garam, rajin beraktivitas fisik, serta rutin memeriksakan kesehatan. Ia menekankan, jika tubuh tetap sehat maka kunjungan ke fasilitas kesehatan otomatis akan berkurang. Hal ini tentu menguntungkan masyarakat sekaligus membantu sistem JKN karena pembiayaan bisa lebih terkendali,” jelasnya.
“Dengan edukasi yang berkelanjutan dari FKTP, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika pola hidup sehat benar-benar diterapkan, masyarakat bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas dan angka kesakitan pun dapat ditekan,” pungkas dr. Khusnul.
Laporan: rn/ra/red
Editor: Budi Santoso



