BANGKALANJATIM

Bos Kandang Ayam Dusun Gumantar Remehkan Protes Warga 

Sebar Bau Menyengat Bikin Mual 

Lokasi kandang ayam petelur di Dusun Gumantar, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan Madura yang dikeluhkan warga (Foto: Abd Rosi BN)

BANGKALAN, BIDIKNASIONAL.com –  Penderitaan warga bertahun-tahun menghirup bau menyengat yang ditimbulkan dari kotoran kandang ayam petelur di Dusun Gumantar, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan Madura, tidak digubris oleh bos pemilik peternakan dan Dinas setempat.

Meski warga telah menyampaikan komplain dan keluhan melalui wartawan media ini agar didengar, dengan diwawancara ekslusif pada hari Jum’at tanggal 12 September 2025, tidak ada satupun dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau respon positif.

Penting diketahui, telah berjalan ± 8 tahunan, pendirian kandang ayam petelur berdampak pada rusaknya ladang (sawah) milik warga bahkan tidak dikerjakan lantaran tidak kuat dengan bau menyengat yang timbul dari kotoran ayam menumpuk.

Diberitakan sebelumnya, M yang merupakan salah satu warga yang berdekatan dengan tempat kandang ayam petelur, berharap ada solusi maupun perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

“Harapan saya agar kandang segera dan secepatnya dipindahkan. Bukannya apa, soalnya terlalu dekat sekali dengan pemukiman warga sehingga kalau lewat disana harus tutup hidung, perut muat mau muntah,” ungkap M saat diwawancarai di kediamannya.

Menurut M, pemeliharaan ayam di kandang Dusun Gumantar, jumlahnya tidak sedikit, melainkan ada ribuan ekor dan kotorannya menumpuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan ditakutkan berdampak pada kesehatan.

M juga menjelaskan, bahwa pemilik ternak ayam petelur adalah HF yang merupakan orang kaya dan terpandang di Desa ini serta memiliki lahan peternakan tidak sedikit.

“Lahan peternakan ayam petelur milik HF tidak hanya berada di Dusun Gumantar. Ada lagi di Dusun Mandala yang tidak jauh dari Dusun ini,” jelasnya.

Sedangkan HF yang disebut-sebut sebagai pemilik kandang peternakan ayam petelur, mengatakan, kandang sudah memiliki perizinan yang sangat lengkap dari Dinas terkait.

“Kalau ingin mengetahui informasi lebih jelasnya, silahkan ngobrol dengan pengacara saya. Pengacara saya terkenal, masak anda tidak tau,” lantangnya melalui telepon WhatsApp, Jum’at (12/09/2025).

Di tempat terpisah, Anang Yulianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, pihaknya masih berupaya minggu depan mendatangi kandang peternakan di Dusun Gumantar, Kecamatan Kwanyar.

“Insyaallah minggu depan, nanti tim saya yang mendatangi peternakan tersebut, soalnya hari-hari ini, masih mengurusi sumur bor yang keluar minyak di daerah Kokop Bangkalan,” tutur Anang Yulianto, dalam percakapannya melalui WhatsApp, Rabu (24/09/2025).

“Kalau memang mengganggu, nantinya akan dilakukan pemantauan. Dulunya saya juga pernah menjadi Camat disitu (Kwanyar),” sambungnya.

Sementara itu, Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Iskandar Ahadiyat, saat dikonformasi enggan berkomentar apapun terkait bau menyengat dari kandang ayam petelur yang dekat dengan pemukiman warga di Dusun Gumantar Kecamatan Kwanyar Bangkalan.

Hingga berita dipublikasikan, Bidik Nasional belum mendapat keterangan resmi dari Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan.

Pewarta: Abd. Rosi

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button