JATIMSIDOARJO

Proyek Gedung Puskesmas Pembantu Kalijaten Diduga Siluman, DPRD Sidoarjo Diminta Sidak 

Mukhlis PPKom

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com –  Masyarakat Kelurahan Kalijaten mempertanyakan proyek Puskemas Pembantu (Pustu) yang diduga sebagai proyek siluman. Pasalnya, pembangunan gedung tersebut tak terlihat adanya papan proyek sehingga tak tahu anggaran APBD yang digunakan dan siapa pemenang lelang yang mengerjakan proyek tersebut.

Berdasarkan investigasi Bidik Basional.Com (COM) di lokasi diduga proyek tersebut di mark up besar – besaran. Menurut sumber dari tokoh masyarakat Kalijaten Bernama Budi, ketua RT di sekitar lokasi proyek yang pernah diundang sosialisasi oleh pemerintah di kantor kelurahan Kalijaten, bahwa rencananya selain membangun bangunan Pustu, nanti halaman Pustu juga di paving dan ada pagar keliling. Namun kenyataannya sampai saat ini tidak ada paving dan pagar keliling.

Selain itu, pengurukan juga dilakukan ala kadarnya terkesan acak-acakan, bahkan yang mengenaskan tempat buang air besar (WC) dibuat di luar Gedung dan tanpa ada dinding pelindung dan atap. Terkesan kontraktor proyek kabur sebelum proyek selesai 100 % sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disepakati.

WC dibuat tanpa dinding dan atap di luar Gedung

Selain itu, sumber tersebut juga menyebutkan Gedung Pustu menghabiskan anggaran hampir Rp 1 M, atau Rp. 916.000.000. dari pagu Rp 917.000.000. “Masak hanya Gedung Pustu hanya 2 ruangan sebesar telan anggaran sebesar itu. Ini ada indikasi kuat mark up mas,” duga sumber itu.

Halaman tanpa paving dan pagar 

Senin 20/10/2025 bn. com bersama media lainnya konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, ditemui oleh Mukhlis selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPkom) proyek Pustu Kalijaten kecamatan Taman. Setelah masuk di ruangan Mukhlis mempersilahkan, apa yang perlu dibantu? Wartawan menanyakan terkait bangunan Pustu di kelurahan Kalijaten.

1) Papan proyek tidak ada.. ?, 2) Paving di halaman dan pagar keliling yang tak dikerjakan..?, 3) Anggaran sesuai LPSE dan dikerjakan CV. Jaya Muliya beralamat di Jabon berapa pastinya..?

Mukhlis menjawab tiga pertanyaan wartawan 1, Papan proyek dicabut kontraktor karena pada tanggal 10 Oktober pekerjaan sudah finis. 2.Pekerjaan sudah sesuai RAB, artinya paving dan pagar tidak masuk di RAB. 3. Anggaran awalnya HPS Rp 916 juta, jadi Rp 867 juta karena menyesuaikan dari LPSE.

Masyarakat menilai jawaban PPKom belum memuaskan Masyarakat karena soal dugaan mark up anggaran tidak dijawab, Masyarakat berharap Komisi C DPRD kabupaten Sidoarjo untuk melakukan Sidak ke lokasi bangunan tersebut supaya masyarakat Kalijaten puas dan lega. “Saya minta Komisi C cek proyek Pustu Kalijaten karena ada kejanggalan penggunaan anggaran pemerintah,” pinta Budi. (yah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button