Kadisbudpar Banyuwangi: Pengelola Wisata Menerapkan Sapta Pesona, Kenyamanan dan Keamanan

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi memberikan himbauan dan arahan bagi semua pengelola wisata, pelaku wisata untuk menerapkan kenyamanan, kebersihan, keamanan dan Sapta Pesona di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
“Tanggal 25 Oktober kemarin rangkaian Gandrung Sewu, mulai ada UMKM, pagelaran pentas seni sebelumnya, terus H-1 gladi dan dirangkai meras Gandrung, dan dilakukan oleh ibu Bupati Banyuwangi dan sampai pelakasanaan hari Sabtu. Alhamdullilah, semua berjalan dengan lancar dan sukses. Tentunya ini berkat semua dukungan dari semua pihak lintas Instansi, dari tokoh masyarakat dan Forpimda Banyuwangi, semua hadir, yang penting pelaku seni, pelatihnya dan adik-adik penari bersama-sama sehingga Gandrung Sewu tahun 2025 berjalan lancar dan sukses” jelas Taufik Rohman, selaku Kadibudpar Banyuwangi, Rabu (5/11/2025).
Dikatakan, “Dukungan dari para Kepala Desa ikut berkontribusi, partisipasi, Wali murid, juga mendukung anak-anaknya, proses pelatihan tarian grandrung sewu sampai tiga bulan, disamping itu jelang Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) pada 17 Desember 2025, rencananya masih dalam konsep, nanti ada semacam Pesta rakyat, yang akan dilaksanakan di Gesibu Blambangan, kita akan mengundang para PKL, UMKM, untuk bisa berjualan disekitar Taman Blambangan, dan nanti masyarakat bisa menikmati dengan gratis, para PKL akan dibayari hasil dari mengumpukan dana ASN berbagi, sehingga masyarakat yang datang makan, minum gratis selama dua hari di Gesibu Blambangan”
“Kemarin hari Selasa, kita mengumpulkan teman-teman Destinasi Wisata, harapannya bagi pengelola, pelaku wisata benar-benar menerapkan SOP, Sapta Pesona, sehingga masyarakat, pengunjung yang datang merasa nyaman, tentram dan aman, sehingga pulang bisa berkesan baik, dan juga antisipasi cuaca iklim yang ekstrim, hujan, angin kencang, dan diharapkan semua pengelola, pelaku wisata, Pokdarwis, untuk bisa antisipasi hala-hal yang tidak diinginkan, juga kita himbau kepada tempat Destinasi Wisata yang beresiko tinggi, seperti kolam renang, pantai, sungai, untuk petugas resquenya, petugas keamanan harus siaga di tempat Destinasi Wisata,” pungkasnya. (Dj)



