ADVERTORIALBLITARJATIM

UPT BLK Kediri Menggelar Pelatihan Roti dan Kue di Desa Maron Srengat Kab.Blitar

Kegiatan Pelatihan kejuruan pembuatan roti dan kue yang digelar UPT BLK Kediri di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. (Foto: Pri)

BLITAR, BIDIK NASIONAL.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri melaksanakan pelatihan kejuruan pembuatan roti dan kue bertempat di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Rabu (12/11/2025).

Sebanyak 16 peserta dari warga desa setempat yang ikut pelatihan membuat roti dan kue yang ke-6 ini masuk Angkatan VI tahun 2025 dimulai tanggal 30 Oktober sampai 19 November 2025.

Nurul Komariyah selaku Instruktur kejuruan pelatihan membuat roti dan kue. Ia mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga setempat dalam bidang kuliner, khususnya dalam pembuatan produk roti dan kue.

“Materi yang diberikan ke peserta mulai pemilihan bahan, penimbangan bahan, mencampur bahan, membagi, membentuk dan mengoven. Peserta diberikan sebanyak 30 lebih resep yang diajarkan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan selama mengikuti pelatihan mendapatkan fasilitas gratis mulai dari bahan-bahan membuat roti, seragam, makan gratis dan pada akhir pelatihan akan mendapatkan uang transportasi.

“Peserta yang ikut pelatihan tanpa dipungut biaya alias gratis. Peserta yang lulus akan menerima sertifikat dari BLK Kediri. Selanjutnya, pelaksanaan uji kompetensi ditentukan waktunya dari LSP, jika peserta dinyatakan lulus uji kom akan mendapatkan sertifikat dari BNSP,” ujarnya.

Ia berharap selama peserta sudah mendapatkan pelatihan disini bisa menerapkan ilmu dan keterampilan membuat roti dan kue yang diajarkan lebih dari 30 resep.

“Kami berharap semoga pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi para peserta untuk membuka lapangan usaha sendiri atau meningkatkan usaha mandiri untuk meningkatkan ekonomi buat keluarga,” ujarnya.

Salah satu peserta Nadila A’malia Umul Fadila (23) asal Desa Wonorejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar mengatakan yang mendorong ikut pelatihan ini ingin menambah wawasan dan pengalaman mengenai pembuatan roti dan kue.

“Juga untuk mengembangkan ide berjualan, karena sekarang ini banyak pesaing munculnya UMKM. Hal ini menjadi tantangan buat saya sendiri kedepannya,” ucap Nadila.

Ia menjelaskan untuk pelatihan sudah berjalan dua minggu lebih sudah dapat 30 resep roti dan kue. Seperti, membuat roti manis, roshroll, roll cake, bolu pisang, kue sus Fla, molen, risol, pastel, kue lumpur, muffin, roti kukus dan lidah kucing.

“Setelah dapat pelatihan ini harapan kedepan bisa membuka bakery sendiri melalui platform online juga agar masyarakat bisa mengenal produk yang dijual nanti,” ungkap Nadila. (adv/pri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button