
Ilustrasi
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Di tengah pesatnya perkembangan era digital, BPJS Kesehatan terus beradaptasi menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan dapat diakses kapan saja. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang kini dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Aplikasi Mobile JKN.
Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan penyakit sejak dini, khususnya untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang kerap berkembang tanpa gejala awal, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga stroke.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, menjelaskan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan wajib dilakukan satu kali dalam setahun oleh seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas. Skrining ini berfungsi sebagai pintu awal untuk mengenali potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami peserta.
“Melalui skrining, peserta bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Semakin cepat risiko terdeteksi, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan. Ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga kualitas kesehatan peserta JKN,” ujar Dina, Rabu (07/01).
Dina menambahkan, proses pengisian Skrining Riwayat Kesehatan tergolong sangat praktis dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit. Peserta dapat mengisinya kapan saja dan di mana saja melalui Aplikasi Mobile JKN, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain melalui Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan lainnya untuk pengisian skrining. Peserta dapat memanfaatkan layanan chat WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, mengakses laman resmi www.bpjs-kesehatan.go.id, atau datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.
Lebih lanjut, Dina menegaskan bahwa hasil skrining memiliki peran penting dalam menentukan tindak lanjut pelayanan kesehatan. Apabila peserta terdeteksi memiliki risiko penyakit kronis, sistem akan mengarahkan peserta untuk berkonsultasi dengan dokter di FKTP guna mendapatkan edukasi kesehatan, pemeriksaan lanjutan, serta penanganan sesuai indikasi medis.
“Peserta juga tidak perlu heran jika saat datang ke fasilitas kesehatan diingatkan untuk mengisi skrining terlebih dahulu. Hal ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif agar kondisi kesehatan peserta dapat dipantau secara berkelanjutan,” jelasnya.
Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan yang diisi melalui Aplikasi Mobile JKN juga dirasakan langsung oleh fasilitas kesehatan. Dwi Erna Widayanti, petugas administrasi Klinik Al Fattah Kota Pasuruan, menyebut skrining tersebut sangat membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan tepat sasaran, terutama sebagai deteksi dini risiko penyakit kronis yang kerap tidak bergejala.
“Data skrining yang diisi peserta melalui Mobile JKN menjadi informasi awal bagi dokter sebelum pemeriksaan dilakukan. Dengan gambaran kondisi kesehatan yang sudah tersedia, pelayanan menjadi lebih terarah, waktu tunggu dan durasi konsultasi lebih singkat, serta penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan bersifat preventif sesuai kondisi masing-masing peserta,” tutupnya. (rn/ra/red)



