JATIMSIDOARJO

Perkara Dugaan Perundungan di SMK 10 November Sidoarjo Akhirnya Damai

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – SMK 10 November Sidoarjo kembali mempertemukan korban dugaan perundungan dengan sejumlah siswi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam klarifikasinya, orang tua siswi yang diduga melakukan perundungan meminta maaf dan menyebut tindakan anaknya hanya sebatas candaan.

Pertemuan lanjutan itu dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK 10 November, Ratih Wulansari, dengan menghadirkan orang tua masing-masing siswa guna menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Perwakilan keluarga korban, Alam, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Ia menyebut pertemuan berlangsung pada Kamis (29/1/2026) di lingkungan sekolah.

“Iya benar, tadi kami dipanggil kembali oleh kepala sekolah untuk menyelesaikan kasus perundungan kemarin,” ujar Alam.

Alam menjelaskan, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, serta orang tua dari siswi yang sempat mengaku kehilangan uang sebesar Rp50 ribu, dan orang tua siswi yang diduga melakukan perundungan terhadap korban.

“Pada intinya, mereka tidak ingin memperpanjang persoalan ini. Kedua orang tua yang mewakili anaknya juga sudah meminta maaf, baik secara langsung maupun tertulis dengan disertai materai,” jelasnya.

Selain memuat permintaan maaf, perjanjian tertulis yang disepakati bersama juga berisi klarifikasi terkait dugaan perundungan. Dalam klarifikasi tersebut, orang tua siswi yang diduga melakukan perundungan menyebut tindakan anaknya hanya sebatas candaan.

Lebih lanjut, Alam menyebut pihak sekolah berharap persoalan ini tidak berlarut-larut karena dikhawatirkan dapat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) serta pelaksanaan ujian siswa.

“Pihak sekolah khawatir kalau tidak segera diselesaikan, ini bisa berdampak ke KBM dan ujian sekolah. Makanya dipilih penyelesaian secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Meski persoalan telah disepakati selesai, keluarga korban mengaku berharap dampak psikologis yang dialami korban dapat segera pulih. Mereka juga berharap korban bisa kembali belajar dengan nyaman dan tenang seperti sebelumnya.

“Mudah-mudahan tidak ada kejadian serupa ke depannya. Karena kasus seperti ini sangat berdampak, terutama pada psikis korban. Apalagi tuduhan yang diarahkan tidak berdasar dan tidak bisa dibuktikan,” tandas Alam.

Sementara itu, Guru BK/BP SMK 10 November Sidoarjo, Madya, saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.

Sedangkan wali kelas korban menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Termasuk langkah-langkah sekolah dalam menangani pemulihan korban.

“sudah kami jelaskan ke wali dan yang bersangkutan. Monggo ditanyakan ke pihak keluarga. Tadi sampun sepakat dan sampun selesai masalahnya,” ujarnya singkat.

Laporan : Teddy Syah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button