Doa Bersama Warnai Peringatan Dirgahayu ke-80 TNI AU di Detasemen Rajegwesi Banyuwangi

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Momentum peringatan Dirgahayu ke-80 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dimaknai secara khidmat oleh Detasemen TNI AU Rajegwesi Banyuwangi melalui kegiatan doa bersama, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur, sekaligus refleksi atas delapan dekade pengabdian TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.
Mengusung tema “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju”, doa bersama tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mempertegas komitmen TNI AU dalam mempererat sinergi dengan masyarakat serta unsur Forkopimka dan stakeholder strategis di wilayah selatan Banyuwangi.
Acara berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, instansi, hingga tokoh masyarakat diantaranya Camat Pesanggaran, Danramil 0825/11, Kapolsek Tegalsari, Kapolsek Pesanggaran, perwakilan Puslatpur 7 Lampon, Danposal Pancer.
Hadir pula Kepala Airnav Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo, perwakilan Bandara Internasional Banyuwangi, Kepala Desa Sarongan, Kepala Desa Kandangan, Kepala Desa Kalibaruwetan, pengurus paralayang Banyuwangi, Kepala Seksi Taman Nasional Sukamade, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Desa Sarongan dan Desa Kandangan.
Komandan Detasemen Rajegwesi, Peltu Salikul Imam, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 TNI AU menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian institusi dalam menjaga keutuhan wilayah udara nasional.
“Selama 80 tahun, TNI AU telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Melalui momentum ini, kami ingin terus meningkatkan profesionalisme serta kedekatan dengan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan pertahanan udara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun kesiapan personel, tetapi juga oleh soliditas hubungan antara prajurit dengan masyarakat.
“Sinergi bersama rakyat adalah kekuatan penting bagi TNI AU. Dukungan masyarakat memberi energi moral bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tambahnya.
Karena itu, lanjut Salikul Imam, kegiatan doa bersama dipilih sebagai pendekatan spiritual yang sarat makna, sekaligus menjadi ruang mempererat nilai kebersamaan, persatuan, dan sinergitas lintas sektor.
Puncak kegiatan ditandai dengan lantunan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang TNI AU dalam mengawal keamanan nasional, khususnya menjaga langit Indonesia dari berbagai potensi ancaman.
Kegiatan religius ini juga mencerminkan harapan agar TNI AU terus diberi kekuatan, keselamatan, serta kemampuan dalam menjalankan tugas negara di tengah tantangan pertahanan yang semakin kompleks.
Peringatan Dirgahayu ke-80 TNI AU di Detasemen Rajegwesi Banyuwangi menjadi bukti bahwa semangat pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui operasi pertahanan, tetapi juga melalui kedekatan emosional dengan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, TNI AU diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan udara Indonesia sekaligus semakin dicintai rakyat. (Dj/rap/bp-Bwi)



