JATIMMADIUN

TINGKATKAN KAPASITAS KADER POSYANDU, DINKES KABUPATEN MADIUN PERKUAT LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas Kader Posyandu. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Implementasi Keterampilan Dasar Kader yang digelar pada Rabu-Kamis (22-23/04/2026) bertempat di ruang rapat Eka Kapti Puspem Madiun.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana, Kabid Kesehatan Masyarakat dr. Ali Murtadlo, tim kerja promosi kesehatan, serta para peserta yang terdiri dari kader Posyandu dan tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari seluruh wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Madiun.

“Peserta adalah kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Dari 26 Puskesmas, masing-masing Puskesmas mengirim tiga orang, sehingga total peserta sebanyak 78 orang”, jelas dr. Heri Setyana.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi teknis kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas kepada masyarakat.

“Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader agar semakin terampil dalam penggunaan alat kesehatan, penimbangan yang benar, pengisian Kartu Menuju Sehat, serta memahami gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, dan pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Ia menambahkan, kader Posyandu memiliki posisi sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas kader harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan Posyandu semakin optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai layanan dasar Posyandu bagi usia dewasa dan lanjut usia. Materi ini disampaikan Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, yang menegaskan bahwa Posyandu kini berkembang menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat berbasis promotif dan preventif.

Karena melalui Posyandu masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan skrining kesehatan seperti obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit paru, TBC, kesehatan jiwa, geriatri, hingga gangguan indera.

Selain itu, kader Posyandu juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan berkala, pencegahan penyakit, kepatuhan minum obat, serta keluarga berencana.

“Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mendeteksi dini berbagai penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” terang Wakil Bupati.

Sementara, Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kader dalam menjalin komunikasi efektif dengan masyarakat.

“Komunikasi yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, aktif mengedukasi warga, serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan peningkatan kapasitas kader, penyediaan media komunikasi dan edukasi, pendampingan tenaga kesehatan dari bidan maupun Puskesmas, penguatan peran PKK dan pemerintah desa, hingga pemanfaatan teknologi informasi seperti WhatsApp Group dan media sosial.

“Dengan kader yang aktif, terampil, dan komunikatif, saya optimistis berbagai persoalan kesehatan masyarakat dapat ditangani lebih cepat, termasuk percepatan penurunan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Madiun terus meningkat menuju daerah yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, Sejahtera). (Bas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button