
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Raut lega tampak dari wajah Izza Afkarina saat menceritakan pengalamannya menjalani perawatan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Warga Bugul Kidul, Kota Pasuruan tersebut baru saja merasakan langsung pelayanan di rumah sakit, dan mengaku pengalamannya jauh lebih baik dari yang sebelumnya ia bayangkan.
Izza mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut. Kondisinya yang tidak kunjung membaik membuat keluarga memutuskan untuk segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Saat tiba di rumah sakit, kondisi Izza sudah cukup lemah sehingga membutuhkan penanganan medis dengan cepat dan tepat.
“Saya masuk UGD karena panas tinggi sudah tiga hari. Waktu itu langsung ditangani dokter, tidak menunggu lama,” ungkapnya, Senin (27/04).
Ia menuturkan, proses pelayanan yang diterimanya sejak awal cukup cepat dan tidak berbelit. Mulai dari proses pendaftaran, verifikasi kepesertaan, hingga pemeriksaan awal oleh tenaga medis, semuanya berjalan dengan lancar. Petugas juga dinilai sigap dalam memberikan arahan serta membantu proses administrasi, sehingga ia tidak merasa kebingungan selama berada di rumah sakit.
“Awalnya saya ragu, takut pelayanannya berbeda kalau pakai BPJS Kesehatan. Tapi ternyata petugasnya ramah dan prosesnya juga cepat, tidak seperti yang saya khawatirkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Izza diketahui merupakan peserta aktif PBPU Pemda Kota Pasuruan yang iurannya dibiayai dan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pasuruan di kelas 3. Meski terdaftar sebagai peserta kelas 3, ia mengaku tidak merasakan adanya perbedaan pelayanan maupun diskriminasi selama menjalani perawatan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan tetap profesional, cepat, dan mengutamakan kebutuhan pasien.
Selama menjalani perawatan, Izza mengaku mendapatkan fasilitas yang memadai dan sesuai kebutuhan medisnya. Ia dirawat dalam satu ruangan bersama tiga pasien lain, dengan kondisi ruangan yang bersih, nyaman, serta dilengkapi pendingin udara. Kebersihan lingkungan dan kenyamanan ruang perawatan menurutnya turut membantu proses pemulihan kesehatannya.
Selain itu, tenaga medis yang menanganinya juga dinilai komunikatif dan responsif. Dokter serta perawat secara rutin memberikan penjelasan terkait kondisi kesehatannya, termasuk perkembangan selama perawatan dan tindakan medis yang dilakukan. Hal tersebut membuat Izza merasa lebih tenang dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi sakit yang dialaminya.
“Perawat dan dokter menjelaskan dengan baik, jadi saya merasa lebih tenang dan paham kondisi saya,” katanya.
Menurut Izza, keberadaan BPJS Kesehatan sangat membantu dirinya, terutama dalam mengurangi beban pikiran terkait biaya pengobatan yang seringkali menjadi kekhawatiran utama saat sakit. Dengan menjadi peserta JKN, ia merasa terlindungi dan tidak perlu memikirkan biaya yang besar, sehingga bisa lebih fokus menjalani proses penyembuhan.
“Saya jadi tidak kepikiran biaya lagi. Bisa lebih fokus untuk sembuh dan mengikuti anjuran dokter,” tuturnya.
Di akhir, Izza menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kota Pasuruan atas program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia berharap pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftar, sebagai bentuk perlindungan diri terhadap risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi.
“Jangan ragu untuk daftar, karena kita tidak tahu kapan sakit datang. Lebih baik sudah terlindungi sejak awal,” tutupnya. (rn/ra/red)



