
Dishub Sidoarjo saat sosialisasi ke Jukir Ilegal (Non-Mitra). (Foto: ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan pendekatan persuasif kepada para juru parkir (jukir) yang belum bermitra secara resmi dengan pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penataan pengelolaan parkir agar lebih tertib dan memiliki dasar kerja sama yang jelas.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, mengatakan pendekatan persuasif dipilih sebagai metode yang paling tepat untuk merangkul para jukir nonmitra.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini lebih mengedepankan komunikasi dan pembinaan kepada para jukir sebelum mengambil langkah penindakan.
“Kalau dengan pendekatan persuasif jukir tidak berkenan. Kami lakukan operasi gabungan dengan APH, baik Garnisun, Kepolisian dan Kejaksaan,” kata Kadishub, Kamis (22/5) pagi.
Budi Basuki menjelaskan, keberadaan jukir ilegal berpotensi menimbulkan kebocoran retribusi parkir yang seharusnya menjadi pemasukan bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Karena itu, pendekatan kali ini difokuskan terhadap 26 titik parkir yang hingga kini masih berstatus nonmitra dengan Dishub Sidoarjo.

Ia menuturkan, nantinya para jukir akan dibuatkan kerja sama resmi yang dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis antara kedua belah pihak.
Dalam perjanjian tersebut akan diatur mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, baik Dishub maupun pengelola parkir di lapangan.
“Terutama bagi hasil antara kami (Dishub) dan mereka (Jukir) sebanyak 60 persen serta 40 persen,” lanjutnya.
Budi Basuki juga bersyukur karena hasil pertemuan yang dilakukan bersama para jukir berjalan cukup positif. Menurutnya, sebagian besar jukir yang sebelumnya belum bermitra bersikap kooperatif dan bersedia mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah daerah.
Saat ini, berdasarkan data Dishub Sidoarjo, terdapat 208 titik parkir yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 titik parkir telah resmi bermitra dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.
Di sisi lain, Mulyono, salah seorang jukir di depan DPRD Sidoarjo, mengaku bersyukur dengan adanya kerja sama tersebut. Menurut dia, para jukir kini bisa bekerja lebih tenang karena sudah memiliki wadah yang jelas untuk bernaung.
“Saya bersyukur sekali dengan kerjasama dengan Dishub Sidoarjo. Karena, kita jelas bagi hasilnya seperti apa dan setorannya kemana,” ungkap Mulyono.
Hal senada juga disampaikan Rohamid, jukir di wilayah Stadion Jenggolo. Ia mengaku senang dengan perhatian yang diberikan Dishub Sidoarjo kepada para jukir. Menurutnya, para jukir juga akan mendapatkan atribut resmi dari Dishub.
“Sebagai jukir, baru kali ini saya merasa senang. Setelah beberapa tahun, kami merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ungkap Rohamid.
Laporan : Teddy Syah


