
Para Atlet Pekan Paralimpiade Daerah (PEPARDA) saat foto bersama dengan Bupati Sidoarjo, Subandi. (Foto: Teddy Syah/BN
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengirimkan sebanyak 346 atlet untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpiade Daerah (PEPARDA) III Jawa Timur 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 330 atlet POPDA dan 16 atlet PEPARDA.
Bupati Sidoarjo, Subandi, berharap seluruh atlet mampu menorehkan prestasi gemilang dan membawa nama baik Kabupaten Sidoarjo. Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan dan masa depan atlet.
Hal tersebut disampaikan Subandi saat melepas kontingen atlet Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/11/2026).
Subandi mengingatkan bahwa pada POPDA 2024, Sidoarjo berhasil menduduki peringkat ketiga dengan raihan 87 medali. Perolehan tersebut terdiri dari 29 medali emas, 31 perak, dan 27 perunggu.
“Tahun ini, dengan hati yang teguh, tekad tinggi, dan rasa percaya diri, kita harus optimistis meraih hasil yang lebih baik lagi di POPDA dan PEPARDA 2026,” ujar Subandi di hadapan para atlet dan tamu undangan.
Selain menargetkan peningkatan prestasi, Subandi juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet. Ia tidak ingin atlet potensial Sidoarjo berpindah memperkuat daerah lain karena merasa kurang mendapatkan perhatian.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak boleh sebatas pemberian bonus ketika atlet berhasil meraih medali. Jaminan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial juga harus menjadi bagian dari pembinaan atlet.
“Jangan sampai anak-anak pelajar kita pindah ke daerah lain karena alasannya bonus kurang tinggi atau masa depan tidak jelas. Pendidikannya kita jamin melalui beasiswa, kesehatan dan BPJS wajib kita berikan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai Bapak Asuh bagi masing-masing cabang olahraga (cabor). Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan sekaligus memenuhi kebutuhan atlet selama menjalani pembinaan.

“OPD ini nanti kita mapping sebagai bapak asuh cabor. Biar ada pendampingnya, sehingga kebutuhan dan semangat anak-anak kita terwadahi dengan baik. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pembinaan, perhatian, dan mendorong kelancaran latihan mereka,” tambah Subandi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setiawan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, khususnya di bidang olahraga.
Menurut Rudi, dukungan pemerintah terhadap atlet diwujudkan melalui program Bapak Asuh, pencanangan beasiswa pendidikan lanjutan, serta fasilitas kesehatan melalui kolaborasi dengan Puskesmas dan kepesertaan BPJS.
“Ini adalah wujud pelayanan terhadap masyarakat, khususnya di bidang olahraga. Kehadiran pemerintah di tengah-tengah atlet bertujuan untuk menumbuhkan semangat, spirit, dan mentalitas juara,” jelas Rudi.
Rudi juga mengapresiasi sejumlah cabang olahraga yang telah lebih dahulu bertanding dan berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Sidoarjo. Ia memastikan atlet berprestasi akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
Melalui dukungan pemerintah daerah, pendampingan OPD sebagai Bapak Asuh, serta semangat juang para atlet, Sidoarjo optimistis mampu meningkatkan prestasi dan meraih hasil terbaik dalam ajang POPDA XV dan PEPARDA III Jawa Timur 2026. (Adv)
Laporan : Teddy Syah



